DWJ Manajement - PORTAL

Cabai Rawit-Daging Ayam Jadi Biang Kerok Inflasi RI

Oleh: DWJ-Manajement • 01 Oct 2026
Cabai Rawit-Daging Ayam Jadi Biang Kerok Inflasi RI

Cabai Rawit dan Daging Ayam Melambung, Jadi Biang Kerok Inflasi Indonesia September 2026

Lonjakan harga komoditas pangan utama ini memicu tekanan inflasi nasional dan mulai menggerus daya beli masyarakat.

Kondisi ekonomi nasional pada bulan September 2026 tengah menghadapi tantangan serius di sektor pangan. Berdasarkan data terbaru, angka inflasi Indonesia tercatat berada di level 0,30%. Meskipun angka ini terlihat moderat dalam skala makro, namun terdapat dinamika yang mengkhawatirkan di balik angka tersebut, yakni lonjakan harga pada kelompok bahan pangan pokok.

Dua komoditas yang menjadi aktor utama di balik kenaikan ini adalah cabai rawit dan daging ayam. Keduanya merupakan kebutuhan konsumsi harian yang sangat sensitif terhadap perubahan harga, sehingga kenaikannya secara langsung dirasakan oleh masyarakat luas, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha mikro di sektor kuliner.

Dominasi Kelompok Bahan Pangan Volatil

Inflasi yang terjadi pada bulan September ini didominasi oleh kelompok volatile food atau harga pangan bergejolak. Secara historis, kelompok ini memang menjadi faktor yang paling sulit dikendalikan karena sangat bergantung pada rantai pasok, kondisi cuaca, dan fluktuasi permintaan di pasar.

Kenaikan harga cabai rawit yang sangat tajam menjadi faktor penekan utama. Di berbagai pasar tradisional di tanah air, harga cabai rawit mengalami tren kenaikan yang signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini tidak hanya memukul kantong ibu rumah tangga, tetapi juga memaksa para pedagang makanan kecil untuk menaikkan harga jual mereka atau mengurangi porsi penyajian demi menjaga margin keuntungan.

Tidak kalah mengkhawatirkan, komoditas daging ayam juga menunjukkan tren penguatan harga. Sebagai salah satu sumber protein hewani yang paling terjangkau bagi mayoritas penduduk Indonesia, kenaikan harga daging ayam memiliki dampak pengganda (multiplier effect) yang besar terhadap inflasi secara keseluruhan. Ketika harga ayam naik, biaya produksi pada sektor industri makanan siap saji dan warung makan ikut terkerek naik.

Faktor Penyebab Lonjakan Harga

Para pengamat ekonomi dan praktisi pasar menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan komoditas ini melonjak secara bersamaan. Beberapa faktor tersebut di antaranya meliputi: