DWJ Manajement - PORTAL

Calon Gubernur BI Destry Ungkap Cara Bantu Pemerintah Kejar Target 8%

Oleh: DWJ-Manajement 26 Aug 2026
Calon Gubernur BI Destry Ungkap Cara Bantu Pemerintah Kejar Target 8%

Misi Besar Destry Damayanti: Strategi Calon Gubernur BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Menjaga stabilitas moneter sekaligus menciptakan ruang bagi ekspansi ekonomi nasional yang agresif untuk mendukung target ambisius pemerintah.

Ambisi pemerintah Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen menjadi tantangan besar sekaligus sinyal optimisme bagi perekonomian nasional. Di tengah target yang sangat tinggi tersebut, fokus perhatian kini tertuju pada peran Bank Indonesia (BI) sebagai garda terdepan stabilitas moneter. Dalam konteks inilah, Calon Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan komitmen penuhnya untuk menyelaraskan kebijakan bank sentral guna mendukung target pertumbuhan ekonomi yang telah dicanangkan pemerintah.

Destry Damayanti menekankan bahwa untuk mencapai angka 8 persen, Bank Indonesia tidak boleh hanya sekadar menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah, tetapi juga harus mampu menciptakan ekosistem kebijakan yang mendukung ekspansi sektor riil. Menurutnya, diperlukan sinergi yang sangat erat antara kebijakan moneter yang dikelola BI dengan kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah agar tidak terjadi benturan kepentingan yang justru dapat menghambat laju pertumbuhan.

Sinergi Moneter dan Fiskal sebagai Kunci Pertumbuhan

Salah satu poin krusial yang diangkat oleh Destry adalah pentingnya harmonisasi kebijakan. Selama ini, terdapat persepsi umum bahwa kebijakan moneter sering kali dianggap "kontraksi" saat berusaha menekan inflasi, yang secara tidak langsung dapat mengerem laju pertumbuhan ekonomi. Destry berargumen bahwa BI harus mampu menavigasi kebijakan secara presisi agar tetap menjaga stabilitas tanpa mematikan momentum pertumbuhan.

Dalam mencapai target 8 persen, ia menggarisbawahi beberapa aspek strategis yang harus diperhatikan oleh otoritas moneter:

Penyediaan Likuiditas yang Terukur: Memastikan perbankan memiliki likuiditas yang cukup untuk menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif, seperti manufaktur dan infrastruktur.

Pengendalian Inflasi yang Terjaga: Inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat utama agar daya beli masyarakat tetap kuat, yang pada gilirannya akan mendorong konsumsi domestik sebagai motor pertumbuhan.

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Menjaga kepercayaan investor asing dengan memastikan volatilitas rupiah tetap dalam batas yang dapat diprediksi, sehingga aliran modal masuk (capital inflow) tetap terjaga.