Buntut Biaya Logistik Tinggi, Purbaya Siap Audit Pajak InJourney Secara Menyeluruh
JAKARTA - Isu efisiensi biaya logistik di Indonesia kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, langkah ekstrem diambil untuk menyikapi tingginya beban biaya logistik yang dinilai menghambat akselerasi ekonomi nasional. Purbaya, dalam pernyataan terbarunya, menegaskan akan melakukan pemeriksaan pajak secara intensif dan menyeluruh terhadap PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Tingginya biaya logistik di sektor pariwisata dan transportasi, yang merupakan domain utama InJourney, diduga memiliki korelasi dengan manajemen beban biaya dan kepatuhan fiskal perusahaan. Purbaya menyatakan tidak akan segan-segan melakukan "bedah" total terhadap laporan perpajakan perusahaan pelat merah tersebut guna memastikan tidak ada kebocoran maupun inefisiensi yang merugikan negara.
Tuntutan Transparansi di Tengah Krisis Logistik
Pernyataan keras Purbaya muncul sebagai respons atas keresahan mengenai struktur biaya logistik yang masih menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Sebagai holding BUMN yang membawahi berbagai aset strategis seperti bandara dan destinasi wisata premium, InJourney memegang peran krusial dalam rantai pasok pariwisata nasional.
"Saya mau periksa habis-habisan dia. Kita tunggu saja Perhubungan mengeluarkan seperti apa, sementara InJourney diskusi dengan pimpinannya seperti apa," tegas Purbaya saat memberikan keterangan kepada awak media baru-baru ini.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa ada ketidaksinkronan antara beban biaya yang dilaporkan dengan efisiensi operasional yang seharusnya dicapai. Pihak berwenang kini tengah menunggu laporan resmi dari Kementerian Perhubungan terkait data biaya logistik sektor transportasi, yang nantinya akan menjadi dasar kuat untuk melakukan audit pajak tersebut.
Audit ini diharapkan tidak hanya sekadar mencari kesalahan administratif, namun juga mengungkap akar permasalahan mengapa biaya logistik di bawah naungan holding BUMN tersebut masih sulit ditekan. Beberapa poin yang menjadi perhatian utama dalam pemeriksaan ini meliputi:
Validitas Biaya Operasional: Memastikan seluruh biaya logistik yang diklaim sebagai beban operasional benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan.
Kepatuhan Pajak Sektor Transportasi: Meninjau kembali pemenuhan kewajiban pajak terkait transaksi logistik dan jasa transportasi.