DWJ Manajement - PORTAL

Calon Gubernur BI Sebut Rupiah Harusnya Lebih Kuat dari Rp17.700/US$

Oleh: DWJ-Manajement 26 Aug 2026
Calon Gubernur BI Sebut Rupiah Harusnya Lebih Kuat dari Rp17.700/US$

Intervensi Triple Intervention: Melakukan intervensi di pasar spot, pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas.

Optimalisasi Instrumen SRBI: Menggunakan instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik aliran modal masuk dan menjaga daya tarik aset keuangan domestik.

Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Moneter: Sinergi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan sangat diperlukan agar kebijakan moneter dapat berjalan beriringan dengan kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

Penguatan Cadangan Devisa: Memastikan kecukupan cadangan devisa agar Indonesia memiliki "amunisi" yang cukup untuk menghadapi guncangan eksternal yang mendadak.

Tantangan dalam Menjaga Kekuatan Rupiah

Meskipun langkah-langkah di atas dapat dilakukan, Bank Indonesia tetap menghadapi tantangan besar. Kebijakan moneter domestik tidak bisa berdiri sendiri tanpa memperhatikan arah kebijakan global. Selama yield obligasi AS masih tinggi, upaya untuk memperkuat rupiah akan selalu menghadapi tantangan gravitasi dari kekuatan dolar AS.

Oleh karena itu, penguatan fundamental ekonomi domestik melalui peningkatan nilai tambah ekspor dan pengurangan ketergantungan pada impor menjadi kunci jangka panjang agar rupiah tidak selalu rentan terhadap gejolak global.

Kesimpulan

Pernyataan Destry Damayanti mengenai nilai tukar rupiah yang seharusnya lebih kuat dari level Rp 17.700 per dolar AS menjadi pengingat penting akan perlunya penguatan stabilitas moneter di tengah ketidakpastian global. Pelemahan rupiah yang berlarut-larut berisiko memicu inflasi tinggi, menekan daya beli masyarakat, dan mengganggu kesehatan industri manufaktur nasional.

Ke depan, Bank Indonesia dituntut untuk lebih proaktif dalam mengombinasikan berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas nilai tukar. Namun, stabilitas yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika penguatan ekonomi domestik mampu memberikan daya tarik yang kompetitif di mata dunia, sehingga rupiah memiliki fundamental yang kokoh untuk menghadapi dinamika pasar global.