DWJ Manajement - PORTAL

Cerita Low Tuck Kwong Ambil Alih Bayan dari Tangan Haji Asri

Oleh: DWJ-Manajement 18 Sep 2026
Cerita Low Tuck Kwong Ambil Alih Bayan dari Tangan Haji Asri

Pergeseran Kekuatan Raksasa Batubara: Low Tuck Kwong Resmi Ambil Alih Saham Bayan Resources dari Haji Isam

JAKARTA – Peta kekuatan industri pertambangan di Indonesia mengalami guncangan besar. Sebuah transaksi strategis yang melibatkan dua tokoh paling berpengaruh di sektor energi nasional baru saja rampung. Low Tuck Kwong, salah satu taipan batubara terkaya di tanah air, dikabarkan telah mengambil alih kendali signifikan atas PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Langkah ini bermula dari kesepakatan monumental yang ditandatangani oleh Haji Isam, sosok di balik kejayaan tambang di Kalimantan Selatan, untuk mengalihkan kepemilikan saham sebesar 30 persen di Bayan Resources kepada Low Tuck Kwong. Transaksi ini tidak hanya mengubah struktur kepemilikan perusahaan, tetapi juga diprediksi akan mengubah arah kebijakan strategis salah satu emiten batubara terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut.

Babak Baru Kepemilikan Bayan Resources

Keputusan Haji Isam untuk melepaskan sebagian besar kepemilikannya di Bayan Resources menandai berakhirnya sebuah era dan dimulainya babak baru bagi perusahaan. Bayan Resources, yang selama ini dikenal sebagai pemain kunci dalam produksi batubara berkualitas tinggi, kini akan memasuki fase konsolidasi di bawah pengaruh Low Tuck Kwong.

Pengalihan 30 persen saham ini merupakan angka yang sangat signifikan dalam dunia korporasi. Dalam struktur perusahaan terbuka, kepemilikan sebesar itu memberikan hak suara yang sangat kuat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang mencakup penentuan jajaran direksi, komisaris, hingga arah ekspansi bisnis perusahaan di masa depan.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait transaksi ini:

Besaran Transaksi: Pengalihan kepemilikan saham sebesar 30 persen milik Haji Isam.

Pihak Pembeli: Low Tuck Kwong, taipan yang telah lama mendominasi sektor energi.

Dampak Korporasi: Restrukturisasi kepemilikan saham yang mengubah peta kontrol manajemen.

Signifikansi Pasar: Perubahan struktur ini diprediksi akan memengaruhi volatilitas harga saham BYAN di bursa.