DWJ Manajement - PORTAL

COO Danantara Ungkap Jurus Memperkuat BUMN Hingga Bisa Cuan

Oleh: DWJ-Manajement 26 Aug 2026
COO Danantara Ungkap Jurus Memperkuat BUMN Hingga Bisa Cuan

Jurus Jitu Danantara: Strategi Dony Oskaria Perkuat BUMN Agar Tak Hanya Beroperasi, Tapi Juga 'Cuan'

Melalui mapping mendalam dan review fundamental, Danantara siap mentransformasi BUMN menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih sehat dan menguntungkan.

Kehadiran Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) membawa angin segar sekaligus ekspektasi tinggi bagi masa depan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Sebagai entitas yang dirancang untuk menjadi motor penggerak investasi dan pengelola aset negara secara lebih profesional, Danantara memikul tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa aset-aset strategis negara tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu memberikan kontribusi finansial yang signifikan bagi negara.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, dalam sebuah kesempatan mengungkapkan bahwa strategi utama yang akan dijalankan adalah melakukan penguatan fundamental pada setiap BUMN di bawah naungannya. Fokusnya jelas: mengubah paradigma pengelolaan dari sekadar menjalankan fungsi layanan publik menjadi entitas bisnis yang kompetitif dan menghasilkan keuntungan (cuan) yang optimal.

Strategi Transformasi: Mengutamakan Mapping dan Review Fundamental

Untuk mencapai target tersebut, Danantara tidak akan menggunakan pendekatan "satu ukuran untuk semua" (one size fits all). Dony Oskaria menekankan bahwa setiap BUMN memiliki karakteristik, sektor industri, dan tingkat risiko yang berbeda-beda. Oleh karena itu, langkah awal yang menjadi fondasi utama adalah melakukan pemetaan atau mapping secara menyeluruh.

Proses mapping ini bertujuan untuk mengidentifikasi posisi setiap perusahaan dalam ekosistem ekonomi. Dengan pemetaan yang akurat, Danantara dapat menentukan mana BUMN yang sudah berada dalam fase pertumbuhan, mana yang perlu restrukturisasi, dan mana yang memiliki potensi besar untuk melakukan ekspansi agresif.

1. Mapping: Memetakan Kekuatan dan Kelemahan Sektoral

Dalam tahap pemetaan ini, Danantara akan melihat keterhubungan antar-BUMN. Tujuannya adalah menciptakan sinergi yang kuat sehingga tidak terjadi tumpang tindih peran antar perusahaan negara. Beberapa poin utama dalam proses mapping ini meliputi:

Identifikasi Core Business: Menentukan fokus bisnis utama agar perusahaan tidak terdistraksi oleh lini bisnis yang tidak menguntungkan.

Analisis Rantai Pasok: Melihat sejauh mana satu BUMN dapat menyokong kebutuhan BUMN lainnya untuk menciptakan efisiensi biaya.

Profil Risiko: Mengukur sejauh mana kemampuan setiap perusahaan dalam menghadapi fluktuasi pasar global dan dinamika ekonomi domestik.