Agilitas Investasi: Sebagai holding strategis, Telkom akan lebih mudah melakukan aksi korporasi seperti merger, akuisisi, atau kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global tanpa terhambat birokrasi operasional yang panjang.
Optimalisasi Anak Perusahaan: Telkom dapat memberikan arahan strategis yang lebih tajam kepada anak-anak perusahaannya agar tercipta sinergi yang kuat antar lini bisnis.
Peningkatan Valuasi: Dengan struktur yang lebih ramping dan fokus pada sektor teknologi tinggi, pasar diharapkan akan memberikan valuasi yang lebih tinggi terhadap saham Telkom.
Target Efisiensi Rp30 Triliun: Bagaimana Caranya?
Angka Rp30 triliun yang diusung oleh Danantara bukanlah angka yang main-main. Ini adalah target efisiensi yang ambisius namun masuk akal jika dilihat dari skala operasional Telkom yang sangat masif. Efisiensi ini akan dicapai melalui beberapa jalur utama:
Pertama, melalui konsolidasi infrastruktur. Selama ini, seringkali terjadi tumpang tindih investasi antar anak perusahaan atau bahkan antar BUMN di sektor serupa. Dengan koordinasi di bawah Danantara, duplikasi pengeluksi modal (Capex) dapat diminimalisir secara drastis.
Kedua, digitalisasi proses bisnis. Transformasi ini akan memaksa Telkom untuk memangkas proses-proses manual yang tidak efisien dan menggantinya dengan sistem berbasis AI dan automasi. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya operasional (Opex), tetapi juga meningkatkan kecepatan layanan kepada pelanggan.
Ketiga, restrukturisasi beban SDM dan organisasi. Transformasi ini akan meninjau ulang struktur organisasi untuk menghilangkan jabatan-jabatan yang redundan dan memastikan bahwa setiap talenta yang dimiliki Telkom ditempatkan pada posisi yang memberikan nilai tambah tertinggi bagi perusahaan.
Dampak Terhadap Kesehatan Finansial dan Pasar Modal
Para analis pasar modal memandang langkah Danantara ini sebagai angin segar bagi investor. Selama ini, investor seringkali mengeluhkan lambatnya pergerakan BUMN dalam merespons perubahan pasar karena beban operasional yang besar. Jika target efisiensi Rp30 triliun ini tercapai, maka bottom line atau laba bersih Telkom dipastikan akan mengalami lonjakan yang signifikan.
Peningkatan laba bersih secara otomatis akan memperkuat struktur permodalan perusahaan. Hal ini memberikan ruang yang lebih luas bagi Telkom untuk melakukan ekspansi di sektor-sektor baru seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan infrastruktur Green Data Center yang sedang menjadi tren global.