Masalah kedua yang menjadi fokus tajam Danantara adalah rekayasa keuangan. Dalam dunia korporasi, financial engineering terkadang digunakan untuk mempercantik laporan keuangan agar terlihat sehat di mata investor atau pemerintah. Praktik ini, jika dilakukan secara ekstrem, dapat mengaburkan kondisi ekonomi perusahaan yang sebenarnya.
Beberapa bentuk rekayasa ini meliputi manipulasi pengakuan pendapatan, penyembunyian utang dalam entitas anak atau perusahaan patungan, hingga pengelolaan biaya yang tidak wajar. Kondisi ini sangat berbahaya karena menciptakan "bom waktu" bagi negara. Ketika rekayasa ini terbongkar, BUMN yang terlihat sehat secara administratif bisa tiba-tiba mengalami krisis likuiditas yang parah. Danantara bertekad untuk memperkuat sistem audit dan pengawasan keuangan agar laporan keuangan BUMN mencerminkan realitas ekonomi yang sesungguhnya.
3. Maraknya Praktik Fraud dan Korupsi
Masalah ketiga yang paling merusak adalah fraud atau kecurangan. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di tubuh BUMN telah menjadi rahasia umum yang terus berulang. Fraud tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak integritas institusi dan menurunkan kepercayaan investor global terhadap iklim investasi di Indonesia.
Kecurangan ini bisa terjadi di berbagai lini, mulai dari pengadaan barang dan jasa (procurement), penunjukan vendor, hingga penyalahgunaan wewenang oleh oknum manajemen untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Danantara menyadari bahwa menutup celah fraud memerlukan sistem pengawasan yang terintegrasi, penggunaan teknologi digital dalam setiap transaksi, serta penegakan aturan yang tanpa pandang bulu.
Strategi Danantara: Jurus Transformasi untuk BUMN Sehat
Untuk mengatasi ketiga masalah tersebut, Danantara tidak akan menggunakan cara-cara konvensional. Lembaga ini telah menyiapkan "jurus" atau strategi komprehensif yang mengedepankan profesionalisme dan transparansi tingkat tinggi. Berikut adalah beberapa langkah strategis yang akan diambil:
Sentralisasi Pengawasan Investasi: Danantara akan bertindak sebagai filter utama dalam setiap keputusan investasi besar yang melibatkan aset negara. Setiap rencana ekspansi BUMN wajib mendapatkan lampu hijau dari Danantara melalui kajian risiko yang multidimensional.
Implementasi Standar Akuntansi Internasional yang Ketat: Untuk meminimalisir rekayasa keuangan, Danantara akan mendorong penerapan standar pelaporan keuangan yang lebih transparan dan berbasis teknologi, sehingga setiap transaksi dapat dilacak secara real-time.