Langkah konsolidasi ini akan memastikan bahwa fondasi keuangan Danantara sangat kuat, sehingga ketika mereka mulai masuk ke pasar internasional, mereka membawa kekuatan modal yang mampu bersaing dengan institusi keuangan global lainnya.
Kunci Utama: Transformasi Radikal BUMN
Keberhasilan Danantara untuk mencapai target laba tersebut sangat bergantung pada sejauh mana transformasi BUMN dapat dilakukan. Transformasi ini bukan hanya soal perubahan struktur organisasi, melainkan perubahan budaya kerja dan efisiensi operasional secara menyeluruh.
Selama ini, tantangan utama BUMN di Indonesia adalah birokrasi yang terkadang menghambat kecepatan pengambilan keputusan bisnis. Dengan diintegrasikannya pengelolaan aset ke dalam Danantara, diharapkan rantai birokrasi tersebut dapat dipangkas, sehingga BUMN dapat bergerak secepat perusahaan swasta namun dengan dukungan modal negara yang kuat.
Konsolidasi Aset dan Efisiensi Operasional
Beberapa langkah strategis yang akan diambil dalam proses transformasi ini meliputi:
Integrasi Portofolio: Menghilangkan tumpang tindih bisnis antar BUMN untuk menghindari kanibalisasi pasar.
Optimalisasi Aset Idle: Mengidentifikasi dan mengelola kembali aset-aset negara yang belum produktif agar dapat menghasilkan arus kas (cash flow) baru.
Digitalisasi Manajemen: Menggunakan teknologi terkini untuk pemantauan kinerja aset secara real-time guna meminimalisir risiko kerugian.
Peningkatan Tata Kelola (Good Corporate Governance): Menjamin transparansi dan akuntabilitas untuk menarik kepercayaan investor global.
Ekspansi Global dan Diplomasi Ekonomi