DWJ Manajement - PORTAL

Dari Lereng Arjuno Menembus Pasar Ekspor

Oleh: DWJ-Manajement 07 Aug 2026
Dari Lereng Arjuno Menembus Pasar Ekspor

Standarisasi Pemanenan: Menghindari penggunaan buah kopi hijau (unripe) yang dapat merusak profil rasa kopi secara keseluruhan.

Sistem Kontrol Kualitas: Setiap kiriman hasil panen dari 207 petani melalui proses seleksi ketat untuk memastikan tidak ada kontaminasi atau cacat biji (defect).

Inovasi Nilai Tambah: Mengubah Komoditas Menjadi Produk Premium

Salah satu kunci utama mengapa kopi ini bisa menembus pasar ekspor adalah keberhasilan dalam melakukan "value-added processing" atau pengolahan nilai tambah. Industri rumahan di Malang ini tidak hanya bertindak sebagai pembeli, tetapi juga sebagai pengolah yang menggunakan teknologi dan keahlian khusus.

Jika sebelumnya petani hanya menjual buah kopi dalam bentuk basah yang cepat busuk, kini industri ini mengolahnya melalui berbagai metode pasca-panen yang kompleks. Proses ini mencakup:

Proses Pencucian (Washed Process): Menghasilkan kopi dengan karakter rasa yang bersih (clean) dan tingkat keasaman yang cerah.

Proses Alami (Natural Process): Menggunakan teknik pengeringan buah utuh untuk menghasilkan profil rasa yang lebih manis dan buah-buahan (fruity).

Proses Honey: Teknik khusus yang menyisakan sebagian lendir kopi saat penjemuran untuk menciptakan tekstur yang lebih kental (body) dan manis.

Setelah melewati fase pasca-panen, biji kopi (green beans) tersebut kemudian masuk ke tahap penyangraian (roasting). Di sinilah sentuhan kreativitas para ahli sangrai (roaster) bekerja. Mereka mampu mengeluarkan potensi rasa terbaik dari tanah vulkanik Arjuno, menciptakan profil rasa unik yang tidak dapat ditemukan di daerah lain di dunia. Produk inilah yang kemudian dikemas secara profesional dan siap dikirim ke berbagai negara.

Menembus Pasar Domestik dan Global