Inovasi Digitalisasi Pembayaran: Mendukung transformasi sistem pembayaran digital yang menjadi pilar ekonomi masa depan Indonesia.
Tantangan Besar di Depan Mata: Stabilitas Rupiah dan Inflasi
Jika terpilih secara definitif, Destry Damayanti akan langsung dihadapkan pada realitas ekonomi yang penuh dengan ketidakpastian. Bank Indonesia memegang peran kunci sebagai penjaga stabilitas harga dan nilai tukar, sebuah tugas yang semakin berat di tengah pergeseran peta ekonomi dunia.
Beberapa tantangan utama yang diprediksi akan menjadi agenda prioritas kepemimpinannya meliputi:
1. Volatilitas Nilai Tukar Rupiah
Ketidakpastian kebijakan moneter dari bank sentral negara maju, terutama Federal Reserve (The Fed), terus memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah. Destry dituntut mampu merancang strategi intervensi yang efektif namun tetap menjaga cadangan devisa tetap aman.
2. Pengendalian Inflasi yang Terukur
Menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran target pemerintah adalah mandat utama. Di tengah gangguan rantai pasok global dan dinamika harga komoditas, kemampuan untuk melakukan koordinasi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal menjadi kunci keberhasilan.
3. Digitalisasi dan Sistem Pembayaran
Transformasi ekonomi digital menuntut Bank Indonesia untuk terus berinovasi. Pengembangan infrastruktur pembayaran seperti QRIS, BI-FAST, serta eksplorasi terhadap mata uang digital bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) akan menjadi ujian bagi visi jangka panjang Destry.
4. Ketahanan Sektor Keuangan
Menjaga agar sektor perbankan dan lembaga keuangan tetap likuid dan resilien terhadap guncangan eksternal adalah prioritas. Kebijakan makroprudensial yang fleksibel namun tetap waspada sangat diperlukan untuk menjaga pertumbuhan kredit tetap berjalan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.