DWJ Manajement - PORTAL

Efisiensi Jumbo! Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Telkom 68 Jadi 18

Oleh: DWJ-Manajement 24 Aug 2026
Efisiensi Jumbo! Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Telkom 68 Jadi 18

Efisiensi Jumbo BUMN: Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Telkom Rampingkan Struktur dari 68 Jadi 18

JAKARTA - Lanskap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia tengah mengalami transformasi fundamental yang sangat masif. Di bawah komando Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, pemerintah mulai melakukan langkah berani untuk merampingkan struktur organisasi perusahaan-perusahaan plat merah. Langkah ini diambil guna mengejar efisiensi operasional dan memastikan setiap aset negara dikelola secara optimal tanpa adanya tumpang tindih fungsi.

Salah satu sorotan utama dalam gelombang efisiensi ini adalah tindakan drastis yang dilakukan oleh dua raksasa negara, yakni PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Pertamina tercatat memangkas hingga 124 anak usahanya, sementara Telkom melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan menyusutkan jumlah anak usahanya dari 68 perusahaan menjadi hanya 18 perusahaan saja.

Strategi Konsolidasi BPI Danantara: Mengakhiri Era Birokrasi yang Gemuk

Kehadiran BPI Danantara menandai era baru dalam pengelolaan investasi negara. Berbeda dengan pola manajemen sebelumnya, Danantara diarahkan untuk bertindak sebagai pengelola aset yang lebih lincah, profesional, dan berorientasi pada nilai ekonomi tinggi. Salah satu mandat utamanya adalah melakukan konsolidasi terhadap anak-anak perusahaan BUMN yang selama ini dianggap terlalu banyak dan kurang produktif.

Selama bertahun-tahun, banyak BUMN memiliki struktur organisasi yang sangat luas dengan puluhan hingga ratusan anak usaha. Fenomena ini seringkali menciptakan inefisiensi berupa biaya overhead yang membengkak, duplikasi fungsi antar departemen, hingga kesulitan dalam pengawasan manajemen. Dengan melakukan merger dan konsolidasi, BPI Danantara berupaya menciptakan struktur yang lebih ramping (lean) namun memiliki daya pukul (leverage) yang lebih kuat di pasar global.

Langkah ini bukan sekadar memotong jumlah perusahaan, melainkan sebuah upaya strategis untuk menyatukan kekuatan modal dan sumber daya manusia. Dengan jumlah entitas yang lebih sedikit, pengambilan keputusan diharapkan dapat berjalan lebih cepat, selaras dengan dinamika pasar yang terus berubah secara eksponensial.

Pertamina: Fokus pada Core Business dan Hilirisasi Energi

PT Pertamina (Persero) menjadi salah satu pionir dalam aksi efisiensi ini. Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina sebelumnya memiliki ekosistem anak usaha yang sangat luas, mencakup hampir seluruh rantai nilai energi, mulai dari hulu (upstream), pengolahan (refinery), hingga distribusi dan ritel.

Namun, setelah dilakukan audit dan evaluasi mendalam, sebanyak 124 anak usaha dinyatakan akan dipangkas atau digabungkan ke dalam entitas yang lebih besar. Fokus Pertamina kini dikembalikan pada penguatan bisnis inti, yaitu memastikan ketahanan energi nasional melalui pengelolaan hulu dan hilir yang terintegrasi secara efisien.

Pemangkasan ini diharapkan dapat memberikan beberapa keuntungan bagi Pertamina, antara lain:

Optimalisasi Aliran Kas: Mengurangi kebocoran dana pada anak usaha yang tidak memberikan profitabilitas signifikan.