DWJ Manajement - PORTAL

Ekonomi RI Sehat, Anak Buah Purbaya Beri Buktinya

Oleh: DWJ-Manajement 06 Sep 2026
Ekonomi RI Sehat, Anak Buah Purbaya Beri Buktinya

Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh, Dirjen Kekayaan Negara Ungkap Bukti Pertumbuhan di Atas 5 Persen

Di tengah ketidakpastian pasar global, fondasi ekonomi nasional terbukti solid dan terus menunjukkan tren positif melalui pertumbuhan yang stabil.

Kondisi ekonomi global saat ini tengah diwarnai oleh berbagai ketidakpastian yang cukup signifikan. Mulai dari tensi geopolitik yang memanas di berbagai belahan dunia, fluktuasi harga komoditas, hingga kebijakan moneter ketat dari negara-negara maju, semuanya menjadi tantangan nyata bagi stabilitas ekonomi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Namun, di tengah badai ketidakpastian tersebut, Indonesia justru menunjukkan performa yang mengejutkan sekaligus melegakan. Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Herman Saherudin, menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap mampu tumbuh secara konsisten di atas angka 5 persen. Angka ini bukan sekadar statistik belaka, melainkan sebuah bukti nyata bahwa fondasi ekonomi nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat solid.

Ketangguhan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Ketangguhan ekonomi Indonesia tidak datang secara tiba-tiba. Menurut Herman Saherudin, kemampuan Indonesia untuk mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen merupakan hasil dari pengelolaan kebijakan ekonomi yang pruden dan responsif terhadap dinamika global. Saat banyak negara lain berjuang menghadapi ancaman resesi atau pertumbuhan yang melambat, Indonesia justru mampu menjaga momentum ekspansinya.

Gejolak global yang terjadi, seperti kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat (The Fed) dan ketidakpastian ekonomi di Tiongkok, sempat memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah dan arus modal keluar. Namun, struktur ekonomi domestik yang kuat terbukti menjadi bantalan yang efektif dalam meredam guncangan tersebut.

Beberapa faktor utama yang membuat ekonomi Indonesia tetap "sehat" di mata para pemangku kebijakan antara lain:

Konsumsi Rumah Tangga yang Stabil: Daya beli masyarakat yang terjaga menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Investasi yang Terus Mengalir: Kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Indonesia tetap tinggi, didorong oleh berbagai reformasi regulasi.

Neraca Perdagangan yang Positif: Meskipun harga komoditas fluktuatif, Indonesia tetap mampu menjaga keseimbangan perdagangan yang mendukung cadangan devisa.

Disiplin Fiskal: Pengelolaan APBN yang hati-hati oleh pemerintah memastikan ruang gerak untuk stimulus ekonomi tetap tersedia tanpa mengorbankan stabilitas jangka panjang.

Mengapa Angka 5 Persen Menjadi Indikator Penting?

Bagi banyak ekonom, angka pertumbuhan di atas 5 persen adalah "angka keramat" bagi negara berkembang seperti Indonesia. Angka ini dianggap sebagai ambang batas minimum untuk dapat mengimbangi pertumbuhan penduduk serta menciptakan lapangan kerja yang cukup guna menyerap angkatan kerja yang terus bertambah setiap tahunnya.

Jika pertumbuhan ekonomi berada di bawah angka tersebut, risiko pengangguran meningkat dan ketimpangan ekonomi berpotensi melebar. Dengan menjaga pertumbuhan tetap di atas 5 persen, pemerintah tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga memberikan sinyal positif kepada pasar internasional bahwa Indonesia adalah destinasi investasi yang aman dan menjanjikan.

Peran Strategis Pengelolaan Kekayaan Negara

Sebagai Dirjen Kekayaan Negara, Herman Saherudin menekankan bahwa pengelolaan aset negara memiliki peran vital dalam mendukung keberlanjutan ekonomi ini. Kekayaan negara, baik yang berupa aset fisik maupun aset finansial melalui BUMN dan lembaga lainnya, harus dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas guna memberikan nilai tambah bagi pendapatan negara.

Pengelolaan kekayaan negara yang optimal akan berdampak langsung pada kemampuan fiskal pemerintah. Dengan pendapatan negara yang sehat dari pengelolaan aset, pemerintah memiliki kapasitas lebih besar untuk mendanai program-program strategis, seperti pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pendidikan, serta program perlindungan sosial yang mampu menjaga daya beli masyarakat.

Sinergi Kebijakan Moneter dan Fiskal

Ketangguhan yang ditunjukkan Indonesia juga merupakan hasil dari harmonisasi antara kebijakan moneter yang dijalankan oleh Bank Indonesia dan kebijakan fiskal yang dijalankan oleh Pemerintah. Ketika inflasi ditekan melalui kebijakan suku bunga, pemerintah di sisi lain memastikan bahwa belanja negara tetap efektif dalam mendorong sektor riil.

Sinergi ini sangat krusial. Tanpa koordinasi yang baik, kebijakan moneter yang ketat bisa saja mematikan pertumbuhan, atau kebijakan fiskal yang terlalu ekspansif bisa memicu inflasi yang tak terkendali. Namun, dalam beberapa periode terakhir, Indonesia berhasil menemukan titik keseimbangan yang memungkinkan pertumbuhan tetap tinggi namun inflasi tetap dalam koridor yang terkendali.

Tantangan yang Harus Tetap Diwaspadai

Meski optimisme sedang tinggi, Herman Saherudin dan para pengamat ekonomi tetap mengingatkan agar pemerintah tidak terlena. Meskipun fondasi ekonomi saat ini solid, tantangan masa depan tetap ada dan bisa muncul kapan saja secara tidak terduga.

Beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain:

Perubahan Pola Perdagangan Global: Pergeseran rantai pasok global dapat memengaruhi sektor ekspor unggulan Indonesia.

Volatilitas Harga Energi dan Pangan: Kenaikan harga energi dunia dapat menekan biaya produksi domestik dan memicu inflasi.

Risiko Ketegangan Geopolitik: Konflik yang meluas di Timur Tengah atau wilayah lainnya dapat mengganggu stabilitas pasokan global secara mendadak.

Perubahan Iklim: Dampak perubahan iklim pada sektor pertanian dapat memengaruhi ketahanan pangan dan stabilitas harga domestik.

Oleh karena karena itu, penguatan fondasi ekonomi yang sudah ada harus terus dilakukan. Diversifikasi ekonomi, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi industri, dan transformasi digital di berbagai sektor menjadi agenda penting untuk memastikan pertumbuhan tidak hanya terjadi, tetapi juga berkualitas dan inklusif.

Kesimpulan

Pernyataan Dirjen Kekayaan Negara, Herman Saherudin, mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten di atas 5 persen di tengah gejolak global adalah sebuah pengakuan atas ketangguhan struktur ekonomi nasional. Fondasi ekonomi yang kuat, yang didorong oleh konsumsi domestik, investasi, dan pengelolaan fiskal yang disiplin, telah membuktikan kemampuannya dalam menghadapi badai ekonomi dunia.

Namun, menjaga momentum ini tetap menjadi tugas berat bagi pemerintah. Diperlukan kewaspadaan tinggi terhadap dinamika global serta komitmen berkelanjutan dalam mengelola kekayaan negara dan melakukan reformasi struktural agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi terus melaju menuju visi Indonesia Maju.

Menampilkan Seluruh Artikel