DWJ Manajement - PORTAL

Ekosistem Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 T, Ranking 4 Dunia

Oleh: DWJ-Manajement 09 Sep 2026
Ekosistem Ekonomi Syariah RI Tembus Rp3.131 T, Ranking 4 Dunia

Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperkuat struktur ekonomi domestik. Dengan ekosistem yang sudah terbentuk, pemerintah kini fokus pada bagaimana mengintegrasikan potensi tersebut ke dalam sistem perdagangan internasional yang lebih luas.

Komponen Utama Pendukung Ekosistem Syariah

Pertumbuhan pesat ini tidak terjadi secara instan. Ada beberapa pilar utama yang menjadi motor penggerak utama meningkatnya nilai ekonomi syariah di Indonesia:

Pertama, adalah sektor Industri Halal. Permintaan akan produk makanan, minuman, dan gaya hidup halal terus melonjak seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi produk yang sesuai syariat. Hal ini didukung oleh kemudahan sertifikasi halal yang terus diupayakan pemerintah melalui BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal).

Kedua, Keuangan Syariah. Perkembangan perbankan syariah, asuransi syariah, hingga pasar modal syariah (sukuk) menunjukkan tren positif. Inovasi produk keuangan syariah yang kini semakin kompetitif membuat masyarakat semakin nyaman bertransaksi menggunakan instrumen syariah.

Ketiga, Wisata Ramah Muslim (Muslim-friendly Tourism). Indonesia terus berupaya menjadi destinasi wisata halal dunia dengan menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan ibadah wisatawan, yang pada gilirannya menggerakkan ekonomi di daerah-daerah wisata.

Pemberdayaan UMKM: Motor Penggerak Utama Sektor Halal

Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh Menteri Airlangga adalah peran strategis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam ekosistem ini. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi syariah Indonesia. Tanpa kontribusi pelaku usaha kecil, mustahil angka Rp 3.131 triliun tersebut dapat tercapai.

Pemerintah menyadari bahwa untuk mempertahankan peringkat 4 dunia, UMKM harus naik kelas. Transformasi UMKM dari skala lokal menuju skala global melalui sektor halal adalah prioritas utama. Langkah-langkah yang diambil meliputi:

Digitalisasi UMKM: Mendorong pelaku usaha halal untuk masuk ke ekosistem digital agar jangkauan pasar mereka tidak terbatas secara geografis.

Kemudahan Sertifikasi Halal: Mempermudah akses bagi pelaku usaha mikro untuk mendapatkan sertifikat halal secara gratis (program Sehati) guna meningkatkan kepercayaan konsumen.

Akses Pembiayaan Syariah: Membuka pintu bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan modal melalui lembaga keuangan mikro syariah maupun perbankan syariah.