DWJ Manajement - PORTAL

Emiten Bus Listrik Bakrie Catat Penjualan Rp 647 M, Laba Rp 10 M

Oleh: DWJ-Manajement 02 Aug 2026
Emiten Bus Listrik Bakrie Catat Penjualan Rp 647 M, Laba Rp 10 M

Kinerja Positif Emiten Bus Listrik Grup Bakrie, VKTR Catat Penjualan Rp 647 Miliar di Semester I 2026

Langkah agresif di sektor transportasi berkelanjutan mulai membuahkan hasil manis bagi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk.

JAKARTA - Sektor transportasi berbasis energi bersih di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Hal ini tercermin dari laporan kinerja keuangan terbaru yang dirilis oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten bus listrik yang merupakan bagian dari ekosistem Grup Bakrie. Dalam periode semester pertama tahun 2026, perusahaan berhasil mencatatkan performa yang solid di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang semakin kompetitif.

Berdasarkan data laporan keuangan yang dihimpun, VKTR mencatatkan angka penjualan bersih mencapai Rp 647 miliar selama enam bulan pertama berjalan di tahun 2026. Pencapaian ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi para investor bahwa penetrasi kendaraan listrik, khususnya pada moda transportasi massal, mulai menunjukkan efektivitas di pasar domestik.

Detail Kinerja Keuangan Semester I 2026

Capaian pendapatan sebesar Rp 647 miliar tersebut merupakan hasil dari berbagai kontrak pengadaan armada bus listrik yang dijalankan oleh perusahaan. Selain pertumbuhan pada sisi top-line (pendapatan), VKTR juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 10 miliar pada periode yang sama. Meskipun margin laba terlihat masih dalam tahap pengembangan, angka ini menjadi bukti bahwa operasional perusahaan telah mampu mencapai titik efisiensi yang diperlukan untuk menghasilkan profitabilitas.

Peningkatan penjualan ini tidak lepas dari strategi perusahaan dalam memperluas pangsa pasar, baik melalui kerja sama dengan pemerintah daerah maupun penyedia layanan transportasi publik lainnya. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam laporan keuangan tersebut:

Pendapatan Bersih: Mencapai Rp 647 miliar, didorong oleh peningkatan permintaan unit bus listrik.

Laba Bersih: Tercatat sebesar Rp 10 miliar, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi dan biaya operasional.

Pertumbuhan Pasar: Adanya pergeseran minat dari armada berbasis bahan bakar fosil ke kendaraan listrik di sektor transportasi publik.