DWJ Manajement - PORTAL

Emiten Keluarga Kalla (BUKK) Buka Suara Soal Aturan Free Float 15%

Oleh: DWJ-Manajement 17 Sep 2026
Emiten Keluarga Kalla (BUKK) Buka Suara Soal Aturan Free Float 15%

Strategi manajemen dalam menjaga stabilitas modal kerja perusahaan.

Rencana Strategis: Divestasi Saham hingga Tahun 2029

Menanggapi tekanan regulasi, manajemen PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) tidak tinggal diam. Perusahaan telah menyusun peta jalan (roadmap) jangka panjang untuk memenuhi ketentuan free float 15 persen tersebut. Alih-alih melakukan langkah drastis yang dapat mengguncang stabilitas internal, BUKK memilih pendekatan yang lebih terukur dan bertahap.

Perusahaan mengungkapkan bahwa pemenuhan target 15 persen tersebut direncanakan akan selesai pada tahun 2029. Target waktu yang cukup panjang ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek fundamental perusahaan serta kondisi makroekonomi yang dinamis. Salah satu opsi utama yang disiapkan oleh manajemen adalah melalui mekanisme penjualan saham atau divestasi oleh pemegang saham pengendali.

Opsi Penjualan Saham sebagai Solusi Utama

Dalam rencana tersebut, BUKK mempertimbangkan beberapa skema divestasi untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar di masyarakat. Beberapa opsi yang kemungkinan besar akan ditempuh meliputi:

Private Placement: Menjual saham baru kepada investor strategis tertentu guna menambah jumlah saham publik secara langsung.

Secondary Offering: Pemegang saham pengendali melakukan penjualan sebagian saham mereka di pasar sekunder, sehingga kepemilikan publik meningkat tanpa mengubah modal ditempatkan perusahaan.

Rights Issue: Melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham lama, di mana investor publik didorong untuk berpartisipasi aktif.

Manajemen menekankan bahwa setiap langkah yang diambil akan senantiasa mempertimbangkan kepentingan seluruh pemegang saham, baik pengendali maupun minoritas. Fokus utama tetap pada menjaga keberlangsungan bisnis (going concern) serta memastikan bahwa peningkatan likuiditas tidak mengganggu struktur permodalan yang dibutuhkan untuk ekspansi bisnis di sektor infrastruktur dan energi.

Dampak terhadap Investor dan Likuiditas Pasar