Biaya Rendah: Bagi pedagang kecil, biaya transaksi digital kini semakin terjangkau dan kompetitif.
Peran Strategis QRIS dalam Pemberdayaan UMKM
Salah satu dampak paling nyata dari masifnya penggunaan QRIS adalah inklusi keuangan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebelum era QRIS, banyak pedagang kaki lima atau warung kelontong yang kesulitan mencatat arus kas mereka secara akurat karena ketergantungan pada uang tunai.
Dengan beralih ke QRIS, setiap transaksi yang masuk secara otomatis tercatat dalam sistem digital. Hal ini memberikan keuntungan ganda bagi pelaku UMKM:
Pencatatan Keuangan Otomatis: Memudahkan pemilik usaha dalam memantau omzet harian tanpa perlu pembukuan manual yang rumit.
Akses Kredit Perbankan: Data transaksi digital dapat menjadi "credit scoring" bagi bank untuk menilai kelayakan kredit pelaku UMKM, sehingga mereka lebih mudah mendapatkan pinjaman modal usaha.
Efisiensi Operasional: Menghindari kendala kekurangan uang kembalian yang sering menjadi masalah kecil namun mengganggu di lapangan.
Tantangan di Balik Pesatnya Digitalisasi Keuangan
Meskipun angka 67 juta pengguna merupakan pencapaian yang membanggakan, Bank Indonesia dan regulator lainnya tetap menyadari adanya tantangan yang menyertai pertumbuhan ini. Pesatnya adopsi teknologi harus dibarengi dengan penguatan sistem keamanan dan literasi digital masyarakat agar tidak menjadi celah bagi kejahatan siber.