DWJ Manajement - PORTAL

FOTO: Jalan Ninja Warga Hadapi Kemarau dan Terik Jakarta

Oleh: DWJ-Manajement 04 Aug 2026
FOTO: Jalan Ninja Warga Hadapi Kemarau dan Terik Jakarta

Penggunaan bahan Linen dan Katun: Bahan-bahan ini dipilih karena kemampuan menyerap keringat dan sirkulasi udara yang baik.

Warna-warna Cerah: Mengganti pakaian hitam atau gelap dengan warna putih atau pastel untuk memantulkan panas matahari, bukan menyerapnya.

Pakaian Longgar (Oversized): Memberikan ruang bagi udara untuk mengalir di antara kulit dan kain, sehingga suhu tubuh tetap terjaga.

3. Teknologi Portabel: Sahabat Baru di Jalanan

Di transportasi umum seperti TransJakarta atau KRL, penggunaan kipas angin portabel (handheld fan) telah menjadi pemandangan umum. Gadget kecil ini dianggap sebagai penyelamat saat harus mengantre di halte atau menunggu kendaraan yang penuh sesak. Selain itu, penggunaan semprotan air wajah (face mist) juga sering terlihat untuk memberikan sensasi dingin instan di tengah teriknya siang hari.

4. Proteksi Kulit Maksimal

Bukan lagi sekadar urusan kecantikan, penggunaan sunscreen atau tabir surya kini telah bergeser menjadi kebutuhan proteksi kesehatan. Warga mulai sadar akan bahaya sinar UV yang meningkat tajam. Penggunaan topi lebar, kacamata hitam, dan payung saat berjalan kaki di trotoar juga menjadi pemandangan yang semakin lazim dilakukan untuk menghindari paparan langsung matahari.

Dampak Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Meskipun warga telah melakukan berbagai upaya, pemerintah dan tenaga kesehatan tetap menghimbau agar masyarakat tidak meremehkan cuaca ekstrem ini. Paparan panas yang berlebihan dalam jangka waktu lama dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius.

Beberapa kondisi medis yang patut diwaspadai antara lain: