Hingga saat ini, kerja sama konektivitas pembayaran lintas negara telah mencakup beberapa negara kunci di kawasan regional. Kehadiran fitur ini memberikan manfaat yang sangat luas, di antaranya:
Kemudahan bagi Wisatawan: Turis tidak lagi merasa kesulitan atau khawatir saat harus melakukan penukaran mata uang tunai dalam jumlah banyak. Mereka cukup melakukan pemindaian (scanning) kode QR menggunakan aplikasi perbankan atau dompet digital lokal mereka.
Efisiensi Biaya: Transaksi lintas negara melalui QRIS cenderung memiliki biaya konversi yang lebih kompetitif dibandingkan dengan penggunaan kartu kredit konvensional atau penukaran uang di money changer.
Keamanan Terjamin: Mengurangi risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar saat bepergian, sehingga meningkatkan rasa aman bagi wisatawan selama berada di Indonesia.
Integrasi Teknologi: Menghubungkan sistem pembayaran antara Indonesia dengan enam negara mitra, menciptakan ekosistem pembayaran regional yang lebih terintegrasi.
Dengan adanya fitur ini, wisatawan dari negara-negara mitra dapat merasakan pengalaman berbelanja yang "seamless" atau tanpa hambatan. Hal ini secara psikologis akan mendorong wisatawan untuk lebih konsumtif dalam mengeksplorasi produk lokal, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas, hingga jasa pariwisata lainnya.
Mendorong UMKM Naik Kelas melalui Ekosistem Digital
Transformasi digital yang diusung BPD Bali tidak hanya menyasar wisatawan, tetapi juga memiliki dampak multiplier bagi para pelaku UMKM di Bali. Selama ini, banyak pelaku usaha kecil yang kesulitan dalam melakukan pencatatan keuangan yang rapi karena masih mengandalkan transaksi tunai.