Volcanic Ash Advisory Center (VAAC): Untuk koordinasi internasional terkait peringatan dini abu vulkanik di ruang udara regional.
Operator Maskapai: Untuk memastikan seluruh kru pesawat dan teknisi memahami prosedur darurat jika terjadi perubahan kondisi cuaca vulkanik secara tiba-tiba.
Sinergi antar lembaga ini diharapkan dapat memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada pilot serta maskapai, sehingga jika sewaktu-waktu diperlukan perubahan rute atau penundaan jadwal, hal tersebut dapat dilakukan dengan segera tanpa membahayakan keselamatan penumpang.
Bahaya Abu Vulkanik bagi Keselamatan Penerbangan
Pertanyaan yang sering muncul di masyarakat adalah mengapa erupsi gunung api begitu diwaspadai oleh sektor penerbangan. Secara teknis, abu vulkanik berbeda dengan awan biasa. Partikel abu ini terdiri dari pecahan kaca, mineral, dan batuan kecil yang sangat keras dan tajam.
Berikut adalah beberapa risiko utama yang diantisipasi oleh otoritas penerbangan:
Kerusakan Mesin (Engine Stall): Saat pesawat melewati awan abu, partikel silika dalam abu dapat mencair akibat suhu panas di dalam mesin jet. Cairan ini kemudian akan membeku kembali di komponen mesin, yang dapat menyebabkan mesin mati mendadak atau kehilangan tenaga.
Penurunan Jarak Pandang (Visibility): Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang pilot secara drastis, yang sangat berisiko pada saat fase lepas landas (take-off) maupun pendaratan (landing).
Korosi pada Komponen Pesawat: Sifat abu yang abrasif dapat menggores kaca kokpit, merusak sensor navigasi, dan menyebabkan korosi pada badan pesawat dalam jangka panjang.
Gangguan Sistem Elektronik: Partikel halus yang masuk ke dalam sistem instrumen pesawat dapat menyebabkan gangguan pada sistem elektronik yang sangat sensitif.