DWJ Manajement - PORTAL

Gunung Himalaya Mencair, Ahli Khawatir Banjir Nepal Cuma Permulaan

Oleh: DWJ-Manajement • 16 Sep 2026
Gunung Himalaya Mencair, Ahli Khawatir Banjir Nepal Cuma Permulaan

Namun, saat ini, keseimbangan tersebut sedang berada di ambang kehancuran. Peningkatan suhu atmosfer yang terus terjadi menyebabkan lapisan es yang seharusnya bertahan selama ribuan tahun, kini mencair dalam hitungan dekade saja.

Ancaman GLOF: Bom Waktu di Ketinggian Ekstrem

Salah satu ancaman paling mematikan yang disoroti oleh para peneliti adalah fenomena Glacial Lake Outburst Floods (GLOF) atau banjir bandang akibat pecahnya danau gletser. Ketika gletser mencair, air yang terkumpul sering kali terjebak di balik bendungan alami yang terbentuk dari material moraine (puing-puing batuan dan tanah).

Bendungan alami ini sangat tidak stabil. Ketika tekanan air di dalam danau gletser tersebut meningkat melampaui batas kekuatan bendungannya, atau ketika terjadi longsoran es ke dalam danau, bendungan tersebut akan jebol secara tiba-tiba. Hasilnya adalah gelombang banjir raksasa yang membawa material batu, lumpur, dan pepohonan, menyapu apa pun yang ada di jalur alirannya dengan kecepatan tinggi.

Dampak Domino yang Mengancam Miliaran Jiwa

Para pakar menekumbu bahwa dampak dari mencairnya Himalaya tidak akan berhenti di perbatasan Nepal. Jika tren pencairan ini terus berlanjut, dunia akan menghadapi krisis multidimensi yang mencakup:

1. Krisis Air Tawar Skala Besar

Pada tahap awal, pencairan es memang akan meningkatkan debit air sungai secara drastis, yang sering kali memicu banjir. Namun, setelah massa es tersebut habis, aliran sungai akan menyusut secara drastis. Miliaran orang yang bergantung pada sungai-sungai besar di Asia akan menghadapi kekeringan ekstrem yang dapat memicu kelaparan massal.

2. Ketidakamanan Pangan dan Ekonomi

Sektor pertanian di Asia Selatan dan Asia Timur sangat bergantung pada siklus air yang berasal dari Himalaya. Tanpa pasokan air yang stabil, produksi pangan dunia akan terganggu, memicu lonjakan harga komoditas, dan destabilisasi ekonomi global.

3. Konflik Geopolitik Perebutan Sumber Daya