DWJ Manajement - PORTAL

Harga Daging Ayam Naik di 188 Daerah, Ini Penyebabnya

Oleh: DWJ-Manajement 10 Aug 2026
Harga Daging Ayam Naik di 188 Daerah, Ini Penyebabnya

Mengapa Harga Ayam Naik? Ini Faktor Pemicu Utama

Banyak pihak bertanya-tanya, apa yang sebenarnya menyebabkan harga daging ayam bisa meroket secara serentak di begitu banyak daerah? Para pengamat ekonomi dan praktisi di industri peternakan mengidentifikasi beberapa faktor fundamental yang saling berkaitan.

1. Lonjakan Biaya Pakan Ternak

Penyebab utama yang paling mendasar adalah biaya produksi di tingkat peternak. Sebagian besar komponen biaya dalam budidaya ayam ras adalah pakan, yang mencapai 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi. Komponen utama pakan ayam adalah jagung dan bungkil kedelai.

Saat harga jagung di tingkat petani atau importasi meningkat, maka biaya pakan otomatis membengkak. Ketergantungan industri pakan nasional terhadap bahan baku impor, terutama bungkil kedelai, membuat harga ayam sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah dan dinamika pasar komoditas global. Ketika biaya pakan naik, peternak tidak memiliki pilihan lain selain menaikkan harga jual ayam agar tetap bisa bertahan secara ekonomi.

2. Gangguan pada Rantai Distribusi dan Logistik

Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi tantangan logistik yang sangat kompleks. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) atau gangguan pada jalur distribusi dapat menyebabkan biaya transportasi daging ayam dari sentra produksi ke daerah konsumen melonjak tajam.

Distribusi daging ayam melibatkan rantai yang panjang, mulai dari peternak, pengepul, rumah potong ayam (RPA), distributor besar, hingga pedagang eceran di pasar. Setiap titik dalam rantai ini mengambil margin keuntungan, sehingga jika terjadi kenaikan biaya di satu titik (misalnya biaya transportasi), maka kenaikan tersebut akan terakumulasi secara eksponensial hingga ke tangan konsumen akhir.

3. Fluktuasi Permintaan dan Suplai (Supply and Demand)

Siklus permintaan daging ayam seringkali dipengaruhi oleh faktor musiman. Menjelang hari raya besar, libur panjang, atau perayaan adat tertentu, permintaan akan daging ayam selalu meningkat tajam. Jika peningkatan permintaan ini tidak dibarengi dengan kesiapan pasokan dari para peternak, maka secara otomatis harga akan terkerek naik.

Selain itu, masalah kesehatan ternak atau serangan wabah penyakit pada unggas di beberapa daerah juga bisa menyebabkan penurunan populasi ayam secara tiba-tiba. Penurunan suplai yang drastis sementara permintaan tetap tinggi adalah resep sempurna bagi terjadinya lonjakan harga di pasar.

Dampak Domino terhadap Sektor UMKM dan Inflasi

Kenaikan harga daging ayam ini tidak berhenti pada urusan belanja dapur saja. Dampaknya meluas ke sektor ekonomi yang lebih luas, terutama UMKM kuliner. Pedagang nasi goreng, warteg, pedagang ayam geprek, hingga pengusaha restoran cepat saji skala kecil kini berada dalam posisi yang sulit.