DWJ Manajement - PORTAL

Harga Emas Diramal Naik ke Rp 3 Juta Lagi, Ini Perkiraan Waktunya

Oleh: DWJ-Manajement 08 Sep 2026
Harga Emas Diramal Naik ke Rp 3 Juta Lagi, Ini Perkiraan Waktunya

2. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral (The Fed)

Kebijakan moneter Amerika Serikat, khususnya melalui Federal Reserve (The Fed), merupakan penggerak utama pasar emas dunia. Jika pasar mulai meyakini bahwa suku bunga akan diturunkan atau setidaknya ditahan di level yang tidak terlalu tinggi, maka daya tarik emas akan meningkat. Hal ini dikarenakan emas tidak memberikan imbal hasil berupa bunga (yield). Ketika suku bunga rendah, biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang emas menjadi lebih kecil dibandingkan memegang obligasi atau deposito.

3. Tekanan Inflasi yang Persisten

Meskipun banyak negara telah berupaya menekan inflasi, risiko inflasi yang kembali naik atau tetap berada di atas target bank sentral selalu menghantui. Emas dipandang sebagai pelindung nilai (hedge against inflation) yang efektif. Saat nilai mata uang kertas menurun daya belinya akibat inflasi, nilai intrinsik emas cenderung tetap terjaga atau bahkan meningkat dalam denominasi mata uang tersebut.

4. Akumulasi Emas oleh Bank Sentral Dunia

Kapan Waktu Terbaik untuk Membeli Emas?

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: "Kapan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar?". Berdasarkan proyeksi kenaikan ke Rp 3 juta, para analis menyarankan strategi yang lebih bijak daripada sekadar menebak titik terendah (timing the market).

Momentum terbaik adalah saat terjadi koreksi harga seperti yang terjadi saat ini. Ketika harga sedang mengalami penurunan sementara karena aksi ambil untung, itulah saat di mana harga dianggap "murah" dalam tren naik jangka panjang. Investor disarankan untuk melakukan akumulasi secara bertahap saat harga menunjukkan tanda-tanda stabil di level rendah.

Berikut adalah beberapa tips mengenai waktu dan cara pembelian:

Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA): Jangan gunakan seluruh modal Anda dalam satu waktu. Belilah emas secara rutin dalam jumlah yang sama setiap bulan atau setiap kali harga mengalami koreksi. Ini akan membantu Anda mendapatkan harga rata-rata yang optimal.

Pantau Kalender Ekonomi: Perhatikan pengumuman data inflasi AS (CPI) dan rapat kebijakan suku bunga The Fed. Biasanya, volatilitas tinggi terjadi di sekitar waktu tersebut.