DWJ Manajement - PORTAL

Hari Mangrove Sedunia, BNI Perkuat Pelestarian Lingkungan & Ekonomi Pesisir

Oleh: DWJ-Manajement 26 Jul 2026
Hari Mangrove Sedunia, BNI Perkuat Pelestarian Lingkungan & Ekonomi Pesisir

Rayakan Hari Mangrove Sedunia, BNI Dorong Sinergi Pelestarian Ekosistem dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Melalui aksi rehabilitasi mangrove, BNI tidak hanya berupaya mitigasi perubahan iklim, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal melalui pemberdayaan berkelanjutan.

JAKARTA – Memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Bukan sekadar seremonial, langkah yang diambil BNI berfokus pada integrasi antara konservasi ekosistem pesisir dengan penguatan ekonomi masyarakat lokal guna menciptakan keberlanjutan jangka panjang.

Mangrove merupakan salah satu ekosistem paling vital di bumi, terutama bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Sebagai benteng alami terhadap abrasi dan tsunami, hutan mangrove juga memegang peranan krusial dalam penyerapan karbon atau yang dikenal dengan istilah blue carbon. Menyadari urgensi tersebut, BNI melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melakukan aksi nyata melalui rehabilitasi kawasan mangrove di berbagai titik strategis pesisir Indonesia.

Urgensi Pelestarian Mangrove di Tengah Krisis Iklim

Perubahan iklim global telah membawa dampak yang nyata terhadap kenaikan permukaan air laut dan peningkatan intensitas cuaca ekstrem. Wilayah pesisir menjadi garda terdepan yang paling rentan terhadap ancaman ini. Kerusakan hutan mangrove akibat alih fungsi lahan dan polusi dapat mengakibatkan hilangnya habitat biota laut serta meningkatnya risiko bencana bagi penduduk pesisir.

Dalam konteks lingkungan, keberadaan mangrove berfungsi sebagai:

Penyerap Karbon Efektif: Mangrove mampu menyimpan karbon jauh lebih banyak dibandingkan hutan tropis daratan, menjadikannya senjata utama dalam mitigasi pemanasan global.

Pelindung Alami: Akar mangrove yang rapat mampu memecah energi gelombang, mencegah erosi pantai, dan menahan laju abrasi.