Habitat Biodiversitas: Menjadi tempat memijah (spawning ground) bagi berbagai jenis ikan, udang, dan kepiting yang menjadi sumber pangan utama masyarakat.
Penyaring Alami: Membantu menyaring polutan dari daratan sebelum mencapai laut lepas, menjaga kualitas air laut tetap bersih.
BNI memahami bahwa menjaga kelestarian mangrove tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan sinergi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat setempat agar ekosistem ini tetap terjaga dan memberikan manfaat nyata secara berkelanjutan.
Strategi BNI: Rehabilitasi Ekosistem dan Pemberdayaan Ekonomi
Salah satu aspek pembeda dalam program pelestarian yang dijalankan BNI adalah pendekatan ekonomi berbasis lingkungan. BNI tidak hanya fokus pada penanaman bibit mangrove secara masif, tetapi juga memastikan bahwa keberhasilan rehabilitasi tersebut berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Rehabilitasi Ekosistem Pesisir
Langkah awal yang dilakukan adalah melalui rehabilitasi fisik. BNI bekerja sama dengan ahli lingkungan dan komunitas lokal untuk memastikan pemilihan jenis mangrove yang sesuai dengan karakteristik tanah dan kondisi perairan di lokasi penanaman. Hal ini penting agar tingkat kelangsungan hidup (survival rate) tanaman yang ditanam tetap tinggi dan mampu membentuk ekosistem yang tangguh.
Menciptakan Peluang Ekonomi Baru
BNI menyadari bahwa masyarakat pesisir seringkali terjebak dalam kemiskinan jika hanya mengandalkan hasil laut yang kian tidak menentu. Oleh karena itu, program pelestarian ini dirancang untuk menciptakan "ekonomi hijau" di wilayah pesisir. Melalui pemberdayaan, masyarakat diajak untuk memanfaatkan ekosistem mangrove yang sehat sebagai sumber pendapatan alternatif.
Beberapa bentuk pemberdayaan ekonomi yang didorong antara lain: