Hashim Djojohadikusumo Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur
Aliran modal keluar yang masif mengancam stabilitas nilai tukar mata uang nasional.
Hashim Djojohadikusumo memberikan peringatan serius mengenai kondisi stabilitas moneter Indonesia saat ini. Ia menyoroti ancaman nyata jika fenomena aliran dana asing keluar atau capital outflow terus terjadi secara masif.
Menurut Hashim, jika tren pelarian modal ini tidak segera diantisipasi, nilai tukar rupiah berisiko mengalami depresiasi yang sangat dalam. Ia bahkan menyebutkan skenario terburuk di mana rupiah bisa menyentuh level Rp21.000 per dolar AS.
Risiko Capital Outflow Terhadap Stabilitas Ekonomi
Fenomena keluarnya dana asing dari pasar domestik memberikan tekanan besar pada mekanisme pasar valuta asing. Ketika investor menarik modalnya secara serentak, permintaan terhadap dolar AS akan melonjak tajam.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada angka kurs saja, tetapi juga dapat memicu efek domino ke sektor ekonomi lainnya. Beberapa dampak risiko yang membayangi antara lain:
Meningkatnya biaya impor barang modal dan bahan baku produksi.
Lonjakan beban pembayaran utang luar negeri bagi korporasi maupun pemerintah.
Potensi kenaikan inflasi akibat melambungnya harga barang-barang impor.
Pentingnya Menjaga Kepercayaan Investor Global
Hashim menekankan bahwa menjaga fundamental ekonomi adalah kunci utama untuk meredam gejolak ini. Kepercayaan investor global sangat bergantung pada stabilitas politik dan kepastian regulasi di dalam negeri.
Pemerintah bersama Bank Indonesia diharapkan mampu mengambil langkah-langkah strategis yang cepat dan tepat. Kebijakan moneter yang efektif sangat diperlukan untuk menjaga daya tarik pasar keuangan Indonesia.
Selain itu, penguatan struktur ekonomi domestik diharapkan dapat menjadi bantalan saat terjadi guncangan dari pasar keuangan global.
Kesimpulan
Peringatan dari Hashim Djojohadikusumo menjadi alarm penting bagi otoritas moneter untuk segera memitigasi risiko pelarian modal. Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sangat krusial demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.