DWJ Manajement - PORTAL

HDDAP Dorong Ekspor Kubis Dairi ke Asia, Petani Bisa Untung 3 Kali Lipat

Oleh: DWJ-Manajement 20 Sep 2026
HDDAP Dorong Ekspor Kubis Dairi ke Asia, Petani Bisa Untung 3 Kali Lipat

Potensi Emas Kubis Dairi: Melalui Program HDDAP, Petani Siap Tembus Pasar Asia dan Raih Untung 3 Kali Lipat

Langkah strategis Ditjen Hortikultura dan Pemkab Dairi tingkatkan daya saing komoditas unggulan guna mendongkrak kesejahteraan petani lokal melalui standar ekspor.

Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, kini tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam sektor pertanian. Bukan sekadar memenuhi kebutuhan pasar domestik, komoditas kubis (kol) dari dataran tinggi Dairi kini diproyeksikan untuk merambah pasar internasional, khususnya di kawasan Asia. Melalui inisiatif strategis dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, program pengembangan hortikultura tengah digencarkan guna memastikan produk petani lokal mampu bersaing di kancah global.

Fokus utama dari gerakan ini adalah melalui implementasi program HDDAP (Horticulture Development and Dissemination Assistance Program). Program ini dirancang bukan hanya untuk meningkatkan volume produksi, tetapi yang jauh lebih penting adalah meningkatkan standar kualitas agar sesuai dengan kriteria ketat pasar ekspor. Dengan standar mutu yang terjaga, petani kubis di Dairi diprediksi akan menikmati lonjakan keuntungan hingga tiga kali lipat dibandingkan penjualan di pasar lokal biasa.

Transformasi Pertanian: Membawa Kubis Dairi ke Level Dunia

Selama ini, petani kubis di Dairi telah terbiasa memasok kebutuhan sayuran untuk pasar-pasar di Sumatera Utara dan sekitarnya. Namun, ketergantungan pada pasar domestik seringkali membuat petani rentan terhadap fluktuasi harga yang tajam. Ketika panen raya tiba, harga di tingkat petani seringkali merosot tajam, yang justru merugikan mereka.

Hadirnya program HDDAP menjadi angin segar untuk memutus rantai masalah tersebut. Program ini bekerja dengan cara memberikan pendampingan teknis yang komprehensif, mulai dari pemilihan benih unggul, manajemen lahan, hingga teknik pascapanen yang modern. Tujuannya jelas: menciptakan produk hortikultura yang memiliki nilai tambah tinggi (added value) dan daya saing yang kuat di pasar Asia yang sangat kompetitif.

Direktorat Jenderal Hortikultura menekankan bahwa untuk menembus pasar Asia—seperti Singapura, Malaysia, hingga Jepang—produk pertanian tidak hanya harus terlihat segar, tetapi juga harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Hal ini mencakup pembatasan residu pestisida dan konsistensi ukuran serta bentuk produk.

Pilar Utama Program HDDAP untuk Petani

Program HDDAP tidak bekerja secara instan, melainkan melalui beberapa pilar utama yang menyentuh langsung akar rumput pertanian di Dairi. Berikut adalah beberapa fokus utama pengembangan yang dilakukan:

Standardisasi Budidaya (Good Agricultural Practices/GAP): Mengedukasi petani untuk menerapkan pola tanam yang ramah lingkungan dan terkontrol, guna memastikan produk bebas dari kontaminan berbahaya.

Peningkatan Kualitas Pascapanen: Pelatihan mengenai cara pembersihan, penyortiran (grading), hingga pengemasan yang mampu menjaga kesegaran kubis dalam durasi pengiriman yang lebih lama.