DWJ Manajement - PORTAL

Hujan Guyur Sumatra dan Kalimantan Usai Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice dan Garam

Oleh: DWJ-Manajement • 21 Oct 2026
Hujan Guyur Sumatra dan Kalimantan Usai Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice dan Garam

Hujan Guyur Sumatra dan Kalimantan Usai Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice dan Garam

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan keberhasilan operasi modifikasi cuaca untuk menekan risiko kebakaran hutan di dua pulau besar Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan. Fenomena ini terjadi menyusul dilakukannya operasi modifikasi cuaca (TMC) secara intensif di kawasan tersebut.

Kehadiran hujan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem yang sedang mengalami kekeringan. Langkah ini merupakan respon cepat pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Teknologi Dry Ice dan Garam untuk Redam Karhutla

Dalam operasi tersebut, BMKG menggunakan metode khusus untuk merangsang pembentukan awan hujan. Teknik yang diterapkan melibatkan penyebaran bahan tertentu ke dalam awan potensial di atmosfer.

Metode utama yang digunakan adalah penyebaran dry ice (es kering) dan NaCl atau garam dapur. Kombinasi bahan ini bekerja dengan cara menginduksi proses kondensasi agar butiran air dalam awan menjadi lebih berat dan jatuh sebagai hujan.

Penggunaan teknologi ini bertujuan untuk membasahi area lahan yang kering guna meminimalkan munculnya titik api baru. Selain itu, hujan juga diharapkan dapat membantu mendinginkan suhu udara di wilayah terdampak.

Manfaat Utama Operasi Modifikasi Cuaca

Keberhasilan operasi modifikasi cuaca ini memberikan beberapa manfaat krusial bagi wilayah Sumatra dan Kalimantan, di antaranya:

Menekan jumlah titik api (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan.

Meningkatkan kelembapan udara di area yang mengalami kekeringan ekstrem.

Membantu mengurangi polusi kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Mencegah meluasnya area terbakar secara lebih masif.

Kesimpulan: Operasi modifikasi cuaca menggunakan dry ice dan garam terbukti efektif memicu hujan di Sumatra dan Kalimantan. Langkah ini menjadi strategi penting dalam mitigasi bencana kebakaran hutan guna menjaga kualitas udara dan kelestarian lingkungan di Indonesia.

Menampilkan Seluruh Artikel