DWJ Manajement - PORTAL

IFG Transformasi Pangkas 12 Entitas

Oleh: DWJ-Manajement 23 Jul 2026
IFG Transformasi Pangkas 12 Entitas

Optimalisasi Biaya Operasional: Mengelola ratusan entitas membutuhkan biaya overhead yang sangat besar, mulai dari biaya manajemen, infrastruktur TI, hingga koordinasi antar lembaga.

Penyederhanaan Struktur Tata Kelola: Semakin banyak entitas, semakin rumit pengawasan yang harus dilakukan. Restrukturisasi ini memudahkan BPI Danantara dalam melakukan kontrol dan pengawasan.

Peningkatan Sinergi: Dengan entitas yang lebih sedikit namun lebih kuat, kolaborasi antar lini bisnis (seperti asuransi, penjaminan, dan investasi) dapat dilakukan secara lebih integratif.

Fokus pada Profitabilitas: Mengalihkan fokus dari sekadar "mengelola banyak perusahaan" menjadi "mengelola perusahaan yang berkualitas dan menguntungkan".

Dony Oskaria: Perbaikan Pengelolaan Investasi adalah Kunci

Menanggapi transformasi besar ini, Direktur Utama IFG, Dony Oskaria, memberikan penekanan khusus pada satu aspek fundamental, yakni perbaikan pengelolaan investasi. Menurutnya, restrukturisasi organisasi hanyalah sebuah sarana, sedangkan tujuan akhirnya adalah terciptanya ekosistem investasi yang sehat, transparan, dan memberikan imbal hasil yang optimal bagi negara.

Dony menegaskan bahwa dengan struktur yang lebih ramping, IFG memiliki peluang lebih besar untuk melakukan perbaikan pada mekanisme pengelolaan aset. Selama ini, tantangan terbesar dalam industri keuangan adalah bagaimana mengelola dana masyarakat dan negara dengan tingkat risiko yang terukur namun tetap mampu mengejar pertumbuhan yang signifikan.

"Transformasi ini bukan sekadar soal memangkas jumlah perusahaan, tetapi soal bagaimana kita mengubah cara kerja kita. Kita ingin bergerak dari model bisnis yang tradisional menuju model bisnis yang berbasis pada keunggulan investasi dan manajemen risiko yang canggih," ujar Dony dalam sebuah kesempatan diskusi strategis.