DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Anjlok 3% Sepekan, Asing Malah Buru Saham Ini di Akhir Pekan

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
IHSG Anjlok 3% Sepekan, Asing Malah Buru Saham Ini di Akhir Pekan

IHSG Terjun Bebas 3 Persen dalam Sepekan, Investor Asing Malah Mulai Borong Saham Ini!

Pasar modal Indonesia kembali diguncang volatilitas tinggi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa yang cukup mengecewakan dalam kurun waktu satu pekan terakhir. Tekanan jual yang masif membuat indeks merosot tajam, memicu kekhawatiran di kalangan investor ritel terkait stabilitas pasar domestik.

Namun, di balik layar kemerosotan tersebut, terdapat fenomena menarik yang ditunjukkan oleh investor asing. Meskipun tren besar menunjukkan adanya aliran modal keluar (capital outflow), gerak-gerik investor global justru menunjukkan ketertarikan pada sejumlah saham tertentu menjelang akhir pekan. Fenomena ini memicu spekulasi mengenai strategi buy on weakness yang tengah dijalankan oleh para pemain besar.

Rekapitulasi Penurunan IHSG dan Dampaknya terhadap Kapitalisasi Pasar

Berdasarkan data penutupan perdagangan terbaru, IHSG mengalami koreksi yang cukup dalam sebesar 3,09 persen. Indeks kini bertengger di level 6.241,892. Penurunan ini tidak hanya sekadar angka di layar monitor, melainkan berdampak langsung pada nilai ekonomi yang tercermin dalam kapitalisasi pasar.

Secara keseluruhan, total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusut sebesar 3,20 persen dalam periode yang sama. Penurunan kapitalisasi pasar ini mencerminkan hilangnya nilai kekayaan investor dalam skala besar akibat sentimen negatif yang mendominasi pasar selama sepekan terakhir.

Faktor Pemicu Tekanan Jual

Para analis menilai bahwa penurunan ini merupakan kombinasi dari beberapa faktor fundamental dan teknikal. Beberapa alasan utama yang diduga menjadi pemicu merosotnya IHSG antara lain:

Sentimen Makroekonomi Global: Ketidakpastian kebijakan moneter di negara-negara maju, terutama terkait arah suku bunga bank sentral global, terus membayangi pasar berkembang (emerging markets) termasuk Indonesia.

Aliran Modal Keluar (Capital Outflow): Tekanan dari investor asing yang melakukan aksi ambil untung (profit taking) atau relokasi aset ke pasar yang dianggap lebih aman.

Kinerja Sektoral: Beberapa sektor penggerak indeks mengalami tekanan jual yang lebih berat dibandingkan sektor lainnya, sehingga menarik indeks secara keseluruhan ke zona merah.

Fenomena Net Sell Asing yang Mencapai Rp77,52 Triliun