DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Anjlok 3% Sepekan, Asing Malah Buru Saham Ini di Akhir Pekan

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
IHSG Anjlok 3% Sepekan, Asing Malah Buru Saham Ini di Akhir Pekan

Sektor Perbankan (Big Banks): Saham-saham perbankan raksasa tetap menjadi primadona. Meskipun sempat tertekan, sektor ini dianggap sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia yang paling stabil untuk jangka panjang.

Sektor Consumer Goods: Perusahaan konsumsi yang memiliki daya tahan kuat terhadap inflasi dan daya beli masyarakat yang stabil mulai dilirik kembali.

Sektor Telekomunikasi: Dengan kebutuhan data yang terus meningkat, emiten telekomunikasi dianggap sebagai sektor defensif yang menarik saat pasar sedang tidak menentu.

Sektor Energi dan Komoditas: Bergantung pada dinamika harga komoditas global, beberapa saham energi tertentu kembali diburu karena dianggap menawarkan dividen yang menarik.

Analisis Teknikal: Menanti Level Support Berikutnya

Secara teknikal, IHSG saat ini berada dalam fase bearish trend jangka pendek. Level 6.241 menjadi area yang perlu diperhatikan secara saksama. Jika indeks gagal bertahan di atas level psikologis tersebut, ada risiko IHSG akan menguji level support berikutnya di kisaran 6.150 hingga 6.100.

Sebaliknya, jika volume pembelian asing di akhir pekan ini terus meningkat dan mampu mendorong indeks kembali ke atas 6.300, maka ada potensi terbentuknya pola double bottom yang menandakan awal dari fase pemulihan (recovery).

Kesimpulan

Penurunan IHSG sebesar 3,09% dalam sepekan dan angka net sell asing sebesar Rp77,52 triliun sepanjang 2026 memang memberikan tekanan besar bagi pasar modal Indonesia. Namun, dinamika pasar menunjukkan bahwa kemerosotan harga tidak selalu berarti berakhirnya tren naik. Strategi investor asing yang mulai memburu saham-saham unggulan di akhir pekan memberikan sinyal bahwa masih ada optimisme terhadap nilai intrinsik perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

Bagi investor ritel, disarankan untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam panic selling. Fokuslah pada analisis fundamental dan perhatikan pergerakan arus modal asing sebagai indikator arah pasar. Memanfaatkan momentum penurunan untuk mengumpulkan saham-saham berkualitas dengan valuasi murah bisa menjadi strategi yang bijak, namun tetap harus dibarengi dengan manajemen risiko yang ketat.