DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Masih Merah, Ini 5 Saham Rekomendasi Hari ini

Oleh: DWJ-Manajement • 28 Sep 2026
IHSG Masih Merah, Ini 5 Saham Rekomendasi Hari ini

IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Asing Kabur Rp440 Miliar, Intip 5 Saham Rekomendasi Hari Ini

Pasar saham Indonesia kembali menghadapi tekanan signifikan di tengah sentimen global yang tidak menentu. Penurunan indeks yang cukup tajam disertai aksi jual masif oleh investor asing menjadi sinyal kewaspadaan bagi para pelaku pasar.

Tekanan Jual Asing dan Melemahnya IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat masih bertahan di zona merah pada perdagangan terbaru. Indeks mengalami koreksi sebesar 0,90%, sebuah angka yang menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat di berbagai sektor utama. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor ritel maupun institusi mengenai arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Salah satu faktor utama yang menjadi motor penggerak pelemahan ini adalah aksi net sell atau aksi jual bersih oleh investor asing. Tercatat, arus modal keluar dari pasar modal Indonesia mencapai angka Rp440 miliar. Besarnya angka keluar-masuknya modal ini mencerminkan adanya sikap wait and see atau bahkan aksi ambil untung (profit taking) dari investor global terhadap aset-aset di pasar berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia.

Melemahnya IHSG ini tidak hanya disebabkan oleh faktor internal, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global. Ketidakpastian kebijakan moneter di Amerika Serikat dan fluktuasi harga komoditas dunia turut memberikan tekanan tambahan bagi indeks yang sangat sensitif terhadap aliran modal asing.

Kebijakan Baru BEI: Penghapusan Batas Harga Terendah

Di tengah kondisi pasar yang volatil, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah strategis dengan menghapus batas harga terendah saham atau floor price. Langkah ini diambil untuk memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mekanisme pembentukan harga di pasar sekunder.

Penghapusan batas harga terendah ini memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi, hal ini memungkinkan mekanisme pasar berjalan lebih efisien karena harga dapat bergerak secara organik sesuai dengan permintaan dan penawaran tanpa terhalang batas psikologis tertentu. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar, terutama pada saham-saham yang sedang mengalami tekanan jual hebat.

Namun di sisi lain, kebijakan ini juga menuntut kewaspadaan ekstra dari investor. Tanpa adanya floor price, risiko penurunan harga saham secara drastis (free fall) menjadi lebih terbuka. Oleh karena karena itu, manajemen risiko melalui diversifikasi portofolio dan pemilihan saham dengan fundamental kuat menjadi sangat krusial bagi setiap investor saat ini.

Sinyal Positif dari Sektor Komoditas: Aksi Buyback HRUM

Meskipun secara keseluruhan pasar sedang berjuang, terdapat kabar positif dari sektor komoditas yang bisa menjadi pemantik optimisme. PT Hasnur Internasional Resources Tbk (HRUM) mengumumkan rencana strategis untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak 111 juta lembar saham.

Aksi buyback biasanya dipandang sebagai sinyal positif oleh pasar. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan percaya bahwa harga saham mereka saat ini masih berada di bawah nilai intrinsiknya atau undervalued. Selain itu, pengurangan jumlah saham yang beredar di pasar diharapkan dapat meningkatkan nilai per lembar saham (earnings per share) di masa mendatang.

Rencana HRUM ini diharapkan dapat menjadi penopang bagi pergerakan harga saham perusahaan di tengah gempuran sentimen negatif pasar secara umum. Investor perlu memperhatikan momentum eksekusi buyback ini untuk menentukan titik masuk yang optimal.

Strategi Menghadapi Volatilitas Pasar

Menghadapi kondisi IHSG yang masih merah, investor disarankan untuk tidak panik namun tetap disiplan. Berikut adalah beberapa langkah strategis yang dapat diambil:

Fokus pada Saham Blue Chip: Di masa ketidakpastian, saham dengan kapitalisasi pasar besar dan fundamental kuat cenderung lebih resilien.

Perhatikan Aliran Dana Asing: Mengamati apakah net sell asing mulai melandai atau justru berlanjut adalah kunci untuk menentukan arah tren.

Manfaatkan Momentum Koreksi: Jika saham berfundamental bagus mengalami penurunan harga yang wajar, ini bisa menjadi peluang buy on weakness.

Disiplin Stop Loss: Dengan adanya kebijakan baru BEI terkait penghapusan floor price, menetapkan batas toleransi kerugian menjadi wajib.

Rekomendasi 5 Saham Pilihan Hari Ini

Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental di tengah kondisi pasar saat ini, berikut adalah lima saham yang layak masuk dalam radar pantauan atau daftar beli Anda hari ini:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Sebagai pemimpin di sektor perbankan, BBCA tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari keamanan (defensive stock). Meskipun IHSG melemah, BBCA cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah dibandingkan saham lainnya. Dukungan dana murah (low cost of fund) dan manajemen risiko yang solid menjadikannya pilihan aman saat pasar sedang bergejolak.

2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

BBRI memiliki eksposur yang kuat di sektor mikro yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Saat terjadi koreksi pasar, BBRI sering kali menjadi target value investing karena rasio dividen yang menarik dan kinerja laba yang tetap tumbuh stabil. Area support saat ini menjadi titik masuk yang cukup menarik.

3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Sektor telekomunikasi bersifat defensif karena layanan data telah menjadi kebutuhan primer masyarakat. TLKM diprediksi akan tetap stabil karena arus kas yang kuat. Penurunan harga pada saham ini sering kali merupakan peluang bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi di harga bawah.

4. PT Astra International Tbk (ASII)

Astra merupakan proksi ekonomi Indonesia. Jika sentimen pasar mulai membaik dan konsumsi domestik terjaga, ASII akan menjadi salah satu saham pertama yang merespons positif. Secara teknikal, posisi harga ASII saat ini mulai menunjukkan tanda-tanda konsolidasi yang sehat untuk menuju pemulihan.

5. PT Hasnur Internasional Resources Tbk (HRUM)

Sesuai dengan berita rencana buyback sebesar 111 juta saham, HRUM menjadi saham yang sangat menarik untuk diperhatikan. Aksi korporasi ini memberikan katalis positif yang dapat mendorong harga saham naik secara independen dari pergerakan indeks secara keseluruhan.

Kesimpulan

Kondisi IHSG yang berada di zona merah dengan tekanan jual asing sebesar Rp440 miliar memang menuntut sikap hati-hati dari para investor. Namun, perubahan kebijakan BEI mengenai penghapusan floor price dan adanya aksi korporasi seperti buyback HRUM memberikan dinamika baru di pasar. Kunci utama dalam menghadapi situasi ini adalah tetap fokus pada saham-saham dengan fundamental kuat, memperhatikan manajemen risiko, dan memanfaatkan momentum koreksi pada saham-saham berkualitas seperti BBCA, BBRI, TLKM, ASII, dan HRUM untuk membangun portofolio yang lebih tangguh.

Menampilkan Seluruh Artikel