IHSG Anjlok ke Level Terendah Sejak Pandemi, Menko Airlangga Pantau Situasi Ekonomi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpukul tajam hingga menyentuh angka psikologis di bawah 5.000.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa buruk pada penutupan perdagangan hari ini. Pasar saham Indonesia mengalami tekanan jual yang sangat kuat di hampir seluruh sektor utama.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 3,64 persen. Penurunan ini setara dengan berkurangnya 188,49 poin dari posisi penutupan sebelumnya.
Level Terendah Sejak Pandemi
Kondisi ini membawa IHSG ke level 4.996,61. Angka tersebut menandai titik terendah indeks sejak masa pandemi COVID-19 melanda pasar modal secara global.
Sentimen negatif di pasar global turut memperparah kondisi pasar domestik. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung atau profit taking secara masif di tengah ketidakpastian pasar.
Respon Menko Airlangga Hartarto
Menanggapi gejolak pasar yang cukup tajam ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, terus memantau situasi ekonomi terkini. Pemerintah menyatakan tetap waspada terhadap fluktuasi pasar modal yang terjadi.
Pemerintah menegaskan bahwa fokus utama tetap pada menjaga stabilitas makroekonomi nasional. Langkah-langkah strategis terus disiapkan untuk memastikan fundamental ekonomi tetap kokoh di tengah tekanan global.
Faktor Pendorong Pelemahan Pasar
Beberapa faktor utama yang diduga menjadi penyebab merosotnya indeks antara lain:
Tekanan jual yang masif dari investor asing di pasar saham.
Ketidakpastian kondisi ekonomi global yang memicu risiko pasar.
Sentimen negatif terkait kebijakan moneter internasional.
Kesimpulan
Penurunan tajam IHSG ke level 4.996,61 menjadi sinyal waspada bagi para pelaku pasar modal. Meskipun pasar sedang mengalami koreksi yang cukup dalam, penguatan fundamental ekonomi yang dipantau oleh pemerintah diharapkan dapat memberikan stabilitas bagi investor dalam jangka menengah.