DWJ Manajement - PORTAL

IHSG Sesi 1 Keok, Asing Jualan Saham Rp 1,14 Triliun

Oleh: DWJ-Manajement 18 Sep 2026
IHSG Sesi 1 Keok, Asing Jualan Saham Rp 1,14 Triliun

Kondisi ini menuntut para trader dan investor untuk lebih waspada. Volatilitas yang tinggi di sesi pertama memberikan sinyal bahwa pasar sedang berada dalam fase transisi atau sedang mencari titik keseimbangan baru (equilibrium) setelah adanya tekanan jual yang besar.

Pandangan Pasar Menuju Sesi Kedua

Menjelang penutupan pasar nanti, perhatian para pelaku pasar kini tertuju pada apakah kekuatan beli dari investor domestik mampu menahan laju penurunan IHSG. Jika aksi beli dari investor lokal cukup kuat, ada kemungkinan IHSG dapat melakukan koreksi teknikal dan kembali ke zona hijau atau setidaknya menutup sesi dengan penguatan tipis.

Namun, jika tekanan jual asing pada saham-saham seperti BBCA masih berlanjut tanpa adanya perlawanan dari pembeli domestik, maka ada risiko IHSG akan terus tertekan hingga penutupan. Para analis menyarankan untuk memperhatikan level support terdekat sebagai acuan dalam mengambil keputusan investasi.

Strategi yang disarankan bagi investor saat ini adalah:

Wait and See: Menunggu konfirmasi arah pasar di sesi kedua sebelum melakukan transaksi besar.

Diversifikasi: Mengurangi eksposur pada saham-saham yang sedang mengalami tekanan jual masif dan mencari sektor yang lebih defensif.

Manajemen Risiko: Menggunakan stop loss yang disiplin untuk membatasi potensi kerugian akibat volatilitas pasar.

Kesimpulan

Pelemahan IHSG pada sesi pertama perdagangan 18 September 2026 dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang sangat besar, mencapai Rp 1,14 triliun. Fokus utama tekanan jual berada pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA dan BINA, yang secara langsung menyeret indeks ke zona merah. Investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan memantau pergerakan aliran modal asing serta sentimen global yang dapat mengubah arah pasar secara tiba-tiba di sesi perdagangan berikutnya.