IHSG Tertekan Sesi I, Parkir di Zona Merah pada Level 6.263
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami koreksi pada perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat (25/9/2026). Berdasarkan data pantauan pasar, indeks yang sebelumnya sempat menunjukkan penguatan, kini harus "parkir" di zona merah dengan penurunan mencapai 0,5 persen ke level 6.263,73.
Melemahnya indeks ini tidak lepas dari aksi jual yang cukup masif di pasar modal Indonesia. Tekanan tersebut tidak hanya dirasakan oleh beberapa saham blue chip saja, namun telah meluas ke berbagai lini sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tekanan Jual Meluas ke 540 Saham
Fenomena penurunan IHSG pada sesi pertama ini menunjukkan adanya sentimen negatif yang cukup merata di kalangan investor. Berdasarkan data statistik pasar, tercatat sebanyak 540 saham mengalami penurunan harga, yang menjadi motor utama pendalaman koreksi indeks hari ini.
Kondisi pasar yang didominasi oleh saham-saham yang melemah ini mencerminkan adanya aksi profit taking atau ambil untung yang dilakukan oleh para pelaku pasar. Hal ini wajar terjadi mengingat posisi indeks yang sudah cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir, sehingga investor cenderung mengamankan keuntungan mereka sebelum terjadi volatilitas yang lebih besar.
Beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu pelemahan di sesi pertama antara lain:
Sentimen Global: Ketidakpastian arah kebijakan moneter di pasar negara maju yang memicu aliran modal keluar (outflow) dari pasar berkembang.
Aksi Ambil Untung: Investor institusi maupun ritel yang melakukan realisasi keuntungan pada saham-saham unggulan.
Tekanan Jual pada Saham Blue Chip: Pergerakan saham dengan kapitalisasi pasar besar yang ikut menarik indeks ke bawah.