IHSG Anjlok Lebih dari 1 Persen, Sektor Infrastruktur dan Material Dasar Jadi Pemicu Utama
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Jumat (6/11/2026) di tengah tekanan sektoral.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa yang kurang memuaskan pada penutupan perdagangan Jumat (6/11/2026). Indeks mengalami koreksi cukup tajam hingga melampaui angka satu persen.
Pada akhir sesi perdagangan, IHSG tercatat merosot sebesar 1,3 persen. Indeks ditutup berada di level 4.964,95.
Sektor Material Dasar dan Infrastruktur Tertekan
Pelemahan IHSG kali ini tidak terlepas dari kinerja sejumlah sektor utama yang mengalami tekanan jual besar-besaran. Investor terlihat cenderung melakukan aksi ambil untung atau menjual saham-saham di sektor tertentu.
Berdasarkan data pasar, terdapat dua sektor yang menjadi penyebab utama merosotnya indeks hari ini. Sektor-sektor tersebut adalah:
Sektor Material Dasar
Sektor Infrastruktur
Penurunan pada kedua sektor ini memberikan dampak domino terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan. Hal ini menyebabkan IHSG sulit untuk bertahan di zona hijau sepanjang sesi perdagangan.
Sentimen Negatif Merembet ke Bursa Asia
Kondisi pasar domestik tampaknya tidak berdiri sendiri. Tekanan yang terjadi di pasar saham Indonesia juga sejalan dengan tren negatif yang terjadi di tingkat regional.
Bursa-bursa di kawasan Asia terpantau turut mengalami tekanan serupa pada hari ini. Sentimen negatif di pasar Asia memperkuat tekanan jual terhadap saham-saham di pasar modal Indonesia.
Kesimpulan
Penurunan IHSG sebesar 1,3 persen ke level 4.964,95 dipicu oleh tekanan kuat pada sektor material dasar dan infrastruktur. Selain itu, kondisi pasar saham di kawasan Asia yang juga melemah turut memperparah situasi pergerakan indeks hari ini.