Risiko Kecelakaan Meningkat: Lubang yang tertutup genangan air seringkali mengecoh pengendara, meningkatkan potensi kecelakaan tunggal.
Kerusakan Kendaraan: Warga harus mengeluarkan biaya ekstra secara rutin untuk melakukan perbaikan kendaraan akibat terus-menerus menghantam jalan yang rusak.
Dampak Ekonomi: Harga Kebutuhan Pokok dan Nasib Petani
Dari sisi ekonomi, kerusakan jalan ini menciptakan efek domino yang merugikan masyarakat kelas bawah. Banyak warga di desa terpencil Kerinci yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan. Namun, distribusi hasil bumi mereka kini terkendala oleh kondisi jalan yang buruk.
Para petani seringkali kesulitan membawa hasil panen mereka ke pasar karena biaya sewa kendaraan atau biaya angkut yang melonjak tinggi. Seringkali, harga jual di tingkat petani menjadi rendah karena pedagang enggan masuk ke area tersebut akibat risiko kerusakan kendaraan yang tinggi. Hal ini mengakibatkan pendapatan masyarakat lokal stagnan, bahkan cenderung menurun, yang pada akhirnya memperlambat pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Tak hanya petani, masyarakat umum juga merasakan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok. Karena distribusi barang dari pusat kota menuju desa terpencil terhambat, biaya angkut tambahan dibebankan kepada konsumen akhir. Akibatnya, harga barang-barang kebutuhan sehari-hari di wilayah Sungai Sampun dan Renah Kasah cenderung lebih mahal dibandingkan wilayah lainnya.
Ancaman Nyata bagi Layanan Kesehatan dan Keselamatan Jiwa
Dampak yang paling mengkhawatirkan dari rusaknya jalan ini adalah terhambatnya akses menuju fasilitas kesehatan. Di wilayah pedesaan, waktu adalah faktor paling krusial dalam menangani kondisi darurat medis. Ketika seorang warga mengalami kondisi kritis, seperti ibu melahirkan dengan komplikasi atau kecelakaan, kecepatan evakuasi menuju rumah sakit di pusat Kerinci sangat ditentukan oleh kualitas jalan.
Kondisi jalan yang rusak parah membuat ambulans atau kendaraan pribadi yang digunakan untuk membawa pasien mengalami keterlambatan waktu tempuh. Dalam banyak kasus, keterlambatan ini bisa berakibat fatal. Warga merasa cemas setiap kali ada anggota keluarga yang jatuh sakit, karena mereka tahu bahwa perjalanan menuju rumah sakit akan menjadi sebuah pertaruhan nyawa di atas jalanan yang rusak.