Kondisi ini menciptakan rasa ketidakadilan sosial, di mana warga di daerah terpencil merasa hak mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan aman terabaikan akibat infrastruktur yang tidak memadai.
Desakan terhadap Pemerintah Daerah dan Pusat
Menghadapi situasi yang kian mendesak ini, masyarakat dan berbagai elemen warga menuntut perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kerinci maupun Pemerintah Provinsi Jambi. Warga berharap adanya langkah nyata, bukan sekadar janji perbaikan di masa kampanye atau pengkajian yang berlarut-larut.
Perbaikan jalan secara permanen, bukan sekadar penambalan sementara menggunakan tanah atau material seadanya, menjadi tuntutan utama. Penambalan sementara terbukti tidak efektif karena dalam waktu singkat, lubang yang sama akan kembali terbentuk, terutama saat curah hujan tinggi, yang justru membuat kondisi jalan semakin parah dan berbahaya.
Transparansi mengenai anggaran perbaikan jalan dan jadwal pelaksanaan proyek juga menjadi hal yang dinanti oleh warga. Masyarakat membutuhkan kepastian kapan mereka bisa melintasi jalur tersebut dengan rasa aman, sehingga roda ekonomi dan aktivitas sosial mereka dapat kembali berjalan normal.
Kesimpulan
Kerusakan jalan di jalur Sungai Sampun-Renah Kasah, Kerinci, bukan sekadar masalah teknis infrastruktur, melainkan masalah kemanusiaan dan ekonomi yang mendalam. Sebagai satu-satunya akses vital menuju pasar dan rumah sakit, kondisi jalan yang rusak parah ini telah melumpuhkan produktivitas warga, meningkatkan beban ekonomi, dan mengancam keselamatan nyawa masyarakat dalam kondisi darurat medis.
Pemerintah diharapkan segera melakukan intervensi cepat melalui perbaikan jalan yang berkualitas dan berkelanjutan. Tanpa penanganan yang serius, masyarakat di desa-desa terpencil ini akan terus terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan keterbatasan akses, yang pada akhirnya akan menghambat cita-cita pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jambi.