Beberapa dampak langsung yang dirasakan oleh sektor pertanian antara lain:
Krisis Air Irigasi: Waduk dan embung yang menjadi sumber utama pengairan sawah mulai menyusut drastis, menyisakan lumpur kering.
Gagal Panen (Puso): Tanaman pangan seperti padi dan palawija yang sedang dalam masa pertumbuhan mengalami kekeringan permanen.
Peningkatan Biaya Produksi: Petani terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk menyedot air tanah menggunakan mesin pompa guna menyelamatkan tanaman yang tersisa.
Hama Tanaman: Kondisi cuaca panas yang ekstrem seringkali memicu ledakan populasi hama tertentu yang lebih menyukai lingkungan kering.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah mitigasi, seperti penyaluran bantuan pompa air atau pembangunan embung darurat, guna meminimalkan kerugian ekonomi yang lebih besar di sektor pangan.
Risiko Kesehatan Masyarakat di Tengah Cuaca Ekstrem
Selain dampak ekonomi, kemarau panjang juga membawa risiko kesehatan yang serius bagi masyarakat. Suhu udara yang tinggi meningkatkan risiko dehidrasi, yang jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan heatstroke atau serangan panas. Selain itu, debu yang beterbangan akibat tanah yang kering dapat memperburuk kondisi penderita gangguan pernapasan seperti asma dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).
Beberapa langkah kesehatan yang sangat disarankan oleh tenaga medis selama periode kemarau ini adalah: