DWJ Manajement - PORTAL

Jelang Pidato Prabowo, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.835/US$

Oleh: DWJ-Manajement 14 Aug 2026
Jelang Pidato Prabowo, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.835/US$

Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.835 per Dolar AS Jelang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Pasar keuangan domestik menunjukkan tren positif dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, di tengah antisipasi investor terhadap arah kebijakan ekonomi dalam pidato kenegaraan mendatang.

Jakarta - Nilai tukar rupiah menunjukkan performa positif dan berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Pergerakan positif ini terjadi di tengah suasana antisipasi pelaku pasar yang tengah menantikan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan data pergerakan pasar terkini, rupiah berhasil menyentuh level Rp17.835 per dolar AS. Penguatan ini memberikan angin segar bagi stabilitas moneter domestik setelah sebelumnya sempat mengalami fluktuasi yang cukup tajam akibat ketidakpastian sentimen global maupun domestik.

Antisipasi Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Menguatnya rupiah di level Rp17.835 per dolar AS dipandang oleh para analis sebagai bentuk respons pasar terhadap optimisme yang mulai tumbuh. Pidato kenegaraan yang akan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari ini menjadi fokus utama para investor, baik domestik maupun asing.

Pasar saat ini tengah mencari sinyal-sinyal jelas mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah untuk sisa tahun anggaran 2026. Fokus utama yang diharapkan muncul dalam pidato tersebut meliputi kebijakan fiskal, strategi penguatan cadangan devisa, hingga langkah-langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan energi.

Seorang analis pasar uang menyebutkan bahwa penguatan ini merupakan bagian dari perilaku wait-and-see yang mulai bergeser ke arah optimisme moderat. "Investor sebenarnya ingin melihat sejauh mana konsistensi pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal. Pidato hari ini adalah kunci untuk membaca arah kebijakan ekonomi makro ke depan," ujarnya.

Sentimen Pasar Terhadap Stabilitas Ekonomi

Meskipun tekanan dari indeks dolar (DXY) secara global masih cukup terasa, rupiah mampu menunjukkan resiliensi yang cukup baik. Kemampuan rupiah untuk bertahan di level Rp17.835 menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga cukup kuat di mata pelaku pasar.

Ada beberapa faktor utama yang mendorong penguatan ini menjelang pidato kenegaraan: