Tanggapan Airlangga Hartarto: Menjaga Stabilitas dan Inklusivitas
Dalam keterangannya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah tengah melakukan audit terhadap efektivitas program bantuan sosial (bansos) dan program pemberdayaan ekonomi rakyat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berarti banyak jika tidak disertai dengan inklusivitas, di mana manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kita tidak hanya mengejar angka pertumbuhan GDP semata. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan bahwa pertumbuhan tersebut bersifat inklusif. Kenaikan Gini Ratio ini menjadi alarm bagi kita untuk memperkuat kembali instrumen redistribusi pendapatan," ujar Airlangga dalam sebuah diskusi ekonomi nasional.
Airlangga juga menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan penyesuaian pada kebijakan fiskal agar lebih berpihak pada masyarakat rentan. Hal ini mencakup penguatan subsidi yang tepat sasaran dan peningkatan anggaran untuk sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja luas, seperti sektor manufaktur dan UMKM.
Strategi Penguatan Jaring Pengaman Sosial
Untuk meredam dampak ketimpangan, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah konkret yang akan diimplementasikan dalam sisa tahun anggaran ini. Langkah-langkah tersebut meliputi:
Digitalisasi Penyaluran Bantuan: Memastikan bantuan sosial sampai ke tangan yang berhak melalui sistem data terintegrasi untuk meminimalisir kebocoran.
Peningkatan Kualitas SDM: Melalui program pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri masa kini, agar masyarakat kelas bawah memiliki daya saing lebih tinggi.
Pemberdayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR): Mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha kecil agar mereka bisa naik kelas dan menciptakan lapangan kerja di lingkungannya.
Langkah Strategis Menghadapi Tantangan Ketimpangan
Selain melalui jaring pengaman sosial, pemerintah juga melihat perlunya transformasi struktural untuk mengatasi akar permasalahan ketimpangan. Airlangga menekankan bahwa solusi jangka panjang harus menyentuh aspek produktivitas dan akses terhadap peluang ekonomi.