Wujudkan Konsep TOD, KAI Segera Bangun 1.232 Hunian di Kawasan Stasiun Manggarai
Optimalisasi lahan seluas 2,19 hektare, proyek ini akan mengintegrasikan hunian modern dengan pusat transportasi utama Jakarta.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali melakukan langkah strategis dalam mengoptimalkan aset-aset perusahaan guna mendukung ekosistem transportasi perkotaan yang lebih terintegrasi. Salah satu proyek ambisius yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan kawasan hunian berbasis Transit-Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.
Proyek ini direncanakan akan menempati lahan milik KAI seluas 2,19 hektare. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1.232 unit hunian akan dibangun di lokasi tersebut. Kehadiran kawasan hunian ini diharapkan dapat menjadi solusi atas tingginya kebutuhan tempat tinggal di tengah ibu kota, sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat yang bergantung pada layanan transportasi berbasis rel.
Transformasi Kawasan Manggarai Melalui Konsep TOD
Pembangunan di kawasan Stasiun Manggarai ini bukan sekadar membangun gedung apartemen atau rumah susun biasa. KAI menerapkan konsep Transit-Oriented Development (TOD), sebuah konsep pengembangan kawasan yang mengintegrasikan hunian, ruang kerja, dan area komersial dengan sistem transportasi massal secara padu.
Dengan adanya kawasan TOD, para penghuni nantinya dapat mengakses berbagai moda transportasi, seperti KRL Commuter Line, LRT, hingga kereta jarak jauh, hanya dengan berjalan kaki dari kediaman mereka. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan menekan angka kemacetan di Jakarta.
Beberapa elemen kunci yang akan diintegrasikan dalam proyek ini antara lain:
Hunian Vertikal: Penyediaan 1.232 unit hunian yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat urban dengan efisiensi ruang yang tinggi.
Fungsi Ritel dan Komersial: Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan area ritel untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni dan pengunjung kawasan.