DWJ Manajement - PORTAL

Kemarau dan El Nino Tekan Pasokan Listrik Sulbagsel, Kapasitas Turun 650 MW

Oleh: DWJ-Manajement • 29 Sep 2026
Kemarau dan El Nino Tekan Pasokan Listrik Sulbagsel, Kapasitas Turun 650 MW

Dampak El Nino: Pasokan Listrik Sulbagsel Terancam, Kapasitas Pembangkit Anjlok 650 MW

Fenomena kemarau panjang akibat El Nino mulai menunjukkan dampak nyata terhadap ketahanan energi di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Penyusutan debit air di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menyebabkan penurunan kapasitas pasokan listrik hingga 650 MW.

Krisis Debit Air Mengancam Stabilitas Energi di Sulbagsel

Wilayah Sulawesi Bagian Selatan, yang mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, kini tengah menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan energi listrik. Fenomena iklim El Nino yang membawa musim kemarau ekstrem telah menyebabkan penurunan drastis pada level air di waduk-waduk utama yang menjadi tulang punggung produksi listrik di kawasan tersebut.

Berdasarkan data terkini, penurunan kapasitas pembangkit mencapai angka yang signifikan, yakni sebesar 650 Megawatt (MW). Penurunan ini bukan disebabkan oleh kerusakan teknis pada mesin pembangkit, melainkan akibat faktor alamiah berupa minimnya pasokan air yang masuk ke bendungan-bendungan PLTA. Kondisi ini menempatkan sistem kelistrikan Sulbagsel dalam posisi yang cukup rentan terhadap gangguan stabilitas beban.

PLTA selama ini menjadi andalan utama dalam penyediaan energi bersih di Sulawesi. Namun, ketergantungan yang tinggi pada faktor cuaca dan curah hujan menjadikan sektor ini sangat sensitif terhadap perubahan iklim. Ketika musim kemarau berkepanjangan melanda, volume air yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk memutar turbin dengan kapasitas maksimal sebagaimana mestinya.

Mengapa El Nino Menjadi Ancaman Serius bagi Sektor Listrik?

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur yang berdampak pada perubahan pola cuaca di Indonesia. Di wilayah Sulawesi, dampak yang paling dirasakan adalah berkurangnya intensitas curah hujan secara signifikan dalam waktu yang lama.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa fenomena ini berdampak langsung pada kapasitas listrik:

Penyusutan Level Waduk: Tanpa hujan yang cukup, pengisian kembali (refilling) waduk terhambat, sehingga level air turun di bawah ambang batas operasional optimal.