DWJ Manajement - PORTAL

Kemarau Panjang, Situ Cileunca Menyusut hingga 40 Meter

Oleh: DWJ-Manajement 24 Aug 2026
Kemarau Panjang, Situ Cileunca Menyusut hingga 40 Meter

Kondisi ini jika dibiarkan tanpa intervensi pemerintah daerah, berpotensi memicu krisis kesehatan akibat penggunaan air yang tidak higienis di tingkat rumah tangga.

Ancaman terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Situ Cileunca selama ini dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bandung. Aktivitas seperti arung jeram (rafting), camping ground, hingga wisata perahu menjadi daya tarik utama yang mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah. Namun, menyusutnya luas permukaan danau secara drastis memberikan dampak domino terhadap sektor ini.

Pemandangan bibir danau yang menjauh hingga puluhan meter menciptakan kesan estetika yang buruk bagi wisatawan. Selain itu, beberapa aktivitas wisata menjadi lumpuh total. Misalnya, jalur arung jeram yang sangat bergantung pada debit air sungai yang bersumber dari situ tersebut. Jika debit air terlalu rendah, risiko keselamatan meningkat dan operasional wisata arung jeram harus dihentikan sementara.

Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi wisata, seperti pengelola penginapan, warung makan, dan penyedia jasa sewa alat outdoor, kini mulai merasakan penurunan omzet yang tajam. Kehilangan wisatawan berarti kehilangan pendapatan yang selama ini digunakan untuk menyambung hidup keluarga mereka.

Dampak pada Sektor Perikanan dan Pertanian

Selain pariwisata, Situ Cileunca memegang peranan vital dalam sektor perikanan darat dan irigasi pertanian. Banyak warga yang menggantungkan hidupnya sebagai pembudidaya ikan di keramba jaring apung (KJA) di dalam situ tersebut. Dengan menyusutnya volume air, suhu air cenderung meningkat dan kadar oksigen menurun, yang berisiko tinggi menyebabkan kematian massal pada ikan budidaya.

Di sisi lain, para petani di sekitar kawasan Pangalengan yang mengandalkan sistem irigasi dari aliran air situ kini dihantui ketidakpastian. Pengurangan debit air berarti berkurangnya jatah air untuk mengairi lahan pertanian, yang dapat mengakibatkan gagal panen atau penurunan kualitas komoditas pertanian seperti sayur-mayur yang menjadi produk unggulan daerah ini.

Konteks Perubahan Iklim dan Perlunya Mitigasi Terpadu

Para ahli lingkungan memperingatkan bahwa fenomena kemarau panjang yang ekstrem ini tidak bisa dilepaskan dari dampak perubahan iklim global. Pola cuaca yang tidak menentu menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan intensitas curah hujan menjadi sangat rendah di beberapa wilayah.