DWJ Manajement - PORTAL

Kemarau Panjang, Situ Cileunca Menyusut hingga 40 Meter

Oleh: DWJ-Manajement 24 Aug 2026
Kemarau Panjang, Situ Cileunca Menyusut hingga 40 Meter

Situ Cileunca, yang berfungsi sebagai waduk penampung air (reservoir), kini sedang diuji kemampuannya dalam menghadapi stres air (water stress) yang berkepanjangan. Hal ini menuntut adanya langkah-langkah mitigasi yang komprehensif dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, di antaranya:

Manajemen Distribusi Air: Mengatur penggunaan air secara ketat untuk memprioritaskan kebutuhan dasar manusia (air minum dan sanitasi) di atas kebutuhan komersial.

Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS): Melakukan penghijauan kembali di area tangkapan air agar kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air hujan meningkat saat musim penghujan tiba.

Pembangunan Infrastruktur Cadangan: Membangun sumur resapan, embung kecil, atau sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting) di tingkat desa untuk mengurangi ketergantungan total pada satu sumber air.

Pengawasan Aktivitas Keramba: Mengatur jumlah keramba jaring apung agar tidak terjadi beban organik berlebih yang dapat memperburuk kualitas air saat debit sedang rendah.

Tanpa adanya strategi pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi, krisis ini dikhawatirkan tidak hanya akan terjadi secara musiman, tetapi akan menjadi pola tahunan yang semakin parah setiap tahunnya.

Kesimpulan

Menyusutnya Situ Cileunca hingga 40 meter akibat kemarau panjang merupakan alarm keras bagi ketahanan air di Kabupaten Bandung. Dampaknya telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari krisis air bersih rumah tangga, lumpuhnya sektor pariwisata, hingga ancaman kegagalan ekonomi di sektor perikanan dan pertanian. Diperlukan koordinasi cepat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat untuk melakukan langkah mitigasi, baik melalui manajemen penggunaan air yang bijak maupun pemulihan ekosistem di sekitar waduk, guna mencegah dampak sosial-ekonomi yang lebih luas di masa depan.