DWJ Manajement - PORTAL

Kepala Bakom Angkat Bicara soal Heboh Data Desil

Oleh: DWJ-Manajement 26 Aug 2026
Kepala Bakom Angkat Bicara soal Heboh Data Desil

Polemik Data Desil Menguat, Kepala Bakom Buka Suara Terkait Akurasi Klasifikasi Kesejahteraan Masyarakat

JAKARTA - Belakangan ini, diskursus publik mengenai pengelompokan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat, atau yang lebih dikenal dengan istilah "data desil", tengah menjadi sorotan tajam. Kegaduhan muncul ketika ditemukan indikasi ketidaksesuaian antara status ekonomi riil di lapangan dengan kategori desil yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas penyaluran bantuan sosial dan subsidi yang berbasis pada data tersebut.

Menanggapi fenomena yang tengah viral dan memicu keresahan di berbagai lapisan masyarakat ini, Kepala Badan Koordinasi Monitoring (Bakom) akhirnya angkat bicara. Dalam keterangannya, pihak otoritas memberikan penjelasan mendalam mengenai mekanisme pengelompokan tersebut serta langkah-langkah yang tengah diambil untuk meminimalisir error atau kesalahan data yang selama ini dikeluhkan warga.

Memahami Apa Itu Data Desil dalam Konteks Kesejahteraan

Sebelum masuk lebih dalam ke dalam polemik yang terjadi, penting bagi masyarakat untuk memahami apa yang dimaksud dengan data desil. Dalam statistik ekonomi, desil adalah pembagian populasi menjadi sepuluh bagian yang sama besar berdasarkan indikator tertentu, dalam hal ini adalah tingkat pengeluaran atau pendapatan rumah tangga.

Dalam sistem yang digunakan pemerintah Indonesia, pembagian desil biasanya digunakan untuk memetakan kelompok masyarakat ke dalam sepuluh tingkatan:

Desil 1: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah (20 persen terbawah yang paling rentan).

Desil 2 hingga Desil 4: Kelompok masyarakat menengah ke bawah yang sering menjadi target utama program bantuan sosial.

Desil 5 hingga Desil 8: Kelompok masyarakat kelas menengah.

Desil 9 hingga Desil 10: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi atau kelas atas.

Data ini menjadi tulang punggung dalam pengambilan kebijakan nasional. Dengan mengetahui posisi desil sebuah keluarga, pemerintah dapat menentukan siapa yang berhak menerima subsidi energi, bantuan pangan, hingga jaminan kesehatan gratis. Namun, akurasi data inilah yang kini menjadi titik api perdebatan publik.

Akar Permasalahan: Mengapa Data Desil Menjadi Heboh?