Optimalisasi Pendapatan Negara: Dengan kontrol harga yang lebih baik melalui satu pintu, potensi kebocoran pendapatan negara akibat praktik harga di bawah pasar dapat diminimalisir. Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Penguatan Posisi Tawar Global: Konsolidasi volume ekspor memungkinkan Indonesia melakukan negosiasi secara kolektif. Dalam perdagangan komoditas, volume yang besar adalah kunci untuk menekan harga beli pembeli ke level yang lebih menguntungkan bagi eksportir domestik.
Stabilitas Harga Komoditas Domestik: Dengan adanya kontrol satu pintu, pemerintah dapat lebih mudah mengatur arus keluar komoditas agar tidak mengganggu pasokan dan stabilitas harga di dalam negeri, terutama untuk komoditas strategis.
Mendukung Program Hilirisasi: DSI dapat disinergikan dengan kebijakan hilirisasi industri. Dengan mengontrol ekspor, pemerintah dapat memastikan bahwa hanya produk-produk dengan nilai tambah tinggi yang keluar dari Indonesia, sesuai dengan visi industrialisasi nasional.
Transparansi dan Akuntabilitas: Sistem satu pintu mempermudah pengawasan terhadap arus keluar barang dan aliran dana, sehingga mengurangi risiko praktik korupsi dan pungutan liar dalam rantai ekspor.
Sinergi dengan Kebijakan Hilirisasi Nasional
Ketua MPR juga mengaitkan pentingnya peran DSI dengan keberlanjutan program hilirisasi yang telah digalakkan oleh pemerintah. Hilirisasi bertujuan agar Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah (raw material), melainkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi. Dalam konteks ini, DSI akan berperan sebagai pengelola distribusi produk hilir tersebut ke pasar global.
Muzani menjelaskan bahwa tantangan terbesar setelah hilirisasi berjalan adalah bagaimana memasarkan produk olahan tersebut secara efektif. Tanpa strategi pemasaran dan distribusi yang terpadu, produk hilirisasi Indonesia mungkin tetap akan kalah bersaing dalam hal penetapan harga di pasar internasional. DSI diharapkan mampu menjadi ujung tombak yang memastikan produk-produk hasil industri dalam negeri mendapatkan akses pasar terbaik dengan kontrak yang saling menguntungkan.