DWJ Manajement - PORTAL

Konglomerat Ini Kepergok Borong 1,3 Juta Saham SRTG di Harga Rp1.785

Oleh: DWJ-Manajement 18 Sep 2026
Konglomerat Ini Kepergok Borong 1,3 Juta Saham SRTG di Harga Rp1.785

Gerak Senyap Edwin Soeryadjaya: Borong 1,3 Juta Saham SRTG di Harga Rp1.785

Aksi beli sang konglomerat ini memicu spekulasi pasar mengenai prospek jangka panjang PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.

Pasar modal Indonesia kembali dikejutkan dengan aktivitas transaksi saham yang dilakukan oleh salah satu tokoh paling berpengaruh di negeri ini. Edwin Soeryadjaya, yang menjabat sebagai Komisaris sekaligus pengendali PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), dilaporkan kembali melakukan aksi akumulasi saham perusahaan miliknya sendiri.

Berdasarkan data transaksi terbaru, Edwin Soeryadjaya tercatat melakukan pembelian sebanyak 1,3 juta lembar saham SRTG. Menariknya, transaksi ini dilakukan dengan harga rata-rata di level Rp1.785 per saham. Langkah ini memicu perhatian luas dari para pelaku pasar dan investor ritel yang memantau pergerakan "smart money" di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Signifikansi Aksi 'Insider Buying' di Tengah Fluktuasi Pasar

Dalam dunia investasi, aksi beli yang dilakukan oleh orang dalam perusahaan atau yang dikenal dengan istilah insider buying sering kali dianggap sebagai sinyal positif. Ketika seorang komisaris atau pengendali memutuskan untuk menginvestasikan dana pribadinya ke dalam saham perusahaan yang ia kelola, hal tersebut sering kali mencerminkan keyakinan tinggi terhadap fundamental dan prospek masa depan perusahaan.

Ada beberapa alasan mengapa aksi Edwin Soeryadjaya ini menjadi sorotan utama para analis:

Indikator Kepercayaan: Pengendali memiliki akses informasi yang lebih mendalam mengenai kondisi internal perusahaan dibandingkan investor publik. Pembelian di harga tertentu menunjukkan bahwa mereka menilai harga tersebut masih berada di bawah nilai intrinsik perusahaan.

Sinyal Bottoming: Banyak investor melihat aksi borong saham oleh pengendali sebagai tanda bahwa harga saham telah mencapai area jenuh jual atau bottom, dan berpotensi melakukan reli kenaikan.

Komitmen Jangka Panjang: Dengan menambah kepemilikan, pengendali menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat struktur permodalan dan menjaga stabilitas perusahaan.

Meskipun demikian, investor tetap diingatkan untuk tidak menelan mentah-mentah aksi ini. Walaupun insider buying adalah sinyal kuat, keputusan investasi tetap harus didasarkan pada analisis fundamental dan teknikal secara menyeluruh.