DWJ Manajement - PORTAL

Langit Pontianak Pekat Kuning Kecokelatan, Ini Penjelasan BMKG

Oleh: DWJ-Manajement 29 Aug 2026
Langit Pontianak Pekat Kuning Kecokelatan, Ini Penjelasan BMKG

Salah satu dampak yang paling nyata adalah berkurangnya jarak pandang (visibility). Partikel asap yang pekat bertindak seperti tirai yang menghalangi pandangan mata. Hal ini sangat berisiko bagi pengguna jalan, baik pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat. Jarak pandang yang terbatas meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di jalan-jalan protokol dan jalan lintas provinsi.

Selain itu, sektor transportasi udara dan air juga berpotensi terdampak. Jika konsentrasi asap terus meningkat dan jarak pandang turun di bawah standar minimum operasional, aktivitas penerbangan di bandara terdekat bisa mengalami gangguan atau penundaan jadwal.

Konsentrasi Partikulat Tinggi di Atmosfer

BMKG juga menekankan bahwa selain masalah visual, masalah utama terletak pada konsentrasi partikulat di atmosfer. Partikel halus hasil pembakaran ini, yang sering dikategorikan sebagai PM2.5, sangat berbahaya karena ukurannya yang mikroskopis. Partikel ini mampu menembus jauh ke dalam sistem pernapasan manusia, bahkan hingga ke aliran darah.

Risiko Kesehatan: Ancaman ISPA yang Mengintai

Masalah utama dari langit kuning kecokelatan ini adalah ancaman kesehatan yang serius bagi warga Pontianak. Udara yang dihirup masyarakat saat ini mengandung polutan yang jauh di atas ambang batas normal kesehatan lingkungan.

Pemerintah dan ahli kesehatan memperingatkan bahwa paparan asap secara terus-menerus dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, di antaranya:

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Ini adalah dampak yang paling umum terjadi, mulai dari batuk, sesak napas, hingga radang tenggorokan.

Iritasi Mata dan Kulit: Asap mengandung zat kimia yang dapat menyebabkan mata perih, merah, dan gatal, serta iritasi pada kulit yang sensitif.

Gangguan Jantung dan Paru-paru: Bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit bawaan, partikel PM2.5 dapat memicu serangan asma atau masalah kardiovaskular lainnya.

Kelelahan dan Sakit Kepala: Paparan polusi udara dalam jangka waktu tertentu dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh secara tidak langsung, yang memicu pusing dan lemas.