DWJ Manajement - PORTAL

Layanan Listrik-BBM di NTT Ditargetkan Normal dalam Sepekan

Oleh: DWJ-Manajement • 16 Aug 2026
Layanan Listrik-BBM di NTT Ditargetkan Normal dalam Sepekan

Stok Cadangan Energi: Memastikan ketersediaan stok BBM di tangki-tangki penyimpanan daerah tetap aman untuk kebutuhan darurat.

Pemulihan Layanan Kelistrikan: Prioritas Fasilitas Publik

PT PLN (Persero) telah mengerahkan ribuan personel dan peralatan teknis untuk melakukan pemetaan kerusakan di seluruh wilayah terdampak. Dalam tahap awal pemulihan, PLN menetapkan skala prioritas dalam penyaluran aliran listrik. Fokus utama diberikan kepada fasilitas kesehatan, pusat komando bencana, dan instalasi pengolahan air bersih.

“Kami menginstruksikan seluruh tim lapangan untuk bekerja secara ekstra guna memulihkan aliran listrik secara bertahap. Prioritas kami adalah memastikan rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik lainnya mendapatkan pasokan listrik terlebih dahulu agar penanganan medis kepada korban dapat berjalan maksimal,” ujar perwakilan otoritas terkait dalam keterangan resminya.

Selain perbaikan fisik, PLN juga melakukan pemantauan secara real-time terhadap kondisi jaringan transmisi. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan susulan atau korsleting akibat kondisi tanah yang masih belum stabil pasca-gempa. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir durasi pemadaman di area pemukiman warga yang akan dilakukan secara bertahap setelah fasilitas publik terpenuhi.

Stabilitas Pasokan BBM: Menjamin Ketersediaan di Tengah Kendala Logistik

Di sisi lain, ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menjadi perhatian serius. Pasca-gempa, muncul kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kelangkaan BBM akibat terhambatnya akses jalan utama yang menghubungkan pelabuhan atau terminal BBM ke daerah-daerah pedalaman.

PT Pertamina (Persero) telah mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat rantai pasok energi di wilayah NTT. Selain memastikan ketersediaan stok di seluruh titik distribusi, Pertamina juga menyiapkan skema distribusi alternatif jika jalur darat utama masih mengalami kendala aksesibilitas.

Beberapa langkah taktis yang sedang dijalankan meliputi:

Mobilisasi Armada Tangki: Penambahan jumlah armada untuk memastikan pengiriman BBM tetap berjalan sesuai jadwal.

Monitoring SPBU: Pengawasan ketat di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna mencegah terjadinya praktik penimbunan atau kekurangan stok akibat kepanikan masyarakat.